Dalam page ini gue mau
menceritakan kisah nyata gue tentang perasaan gue saat merasakan jatuh cinta
untuk pertama kalinya. Banyak yang bilang gue terlambat jatuh cinta karena di
usia gue yang ke 14 gue baru merasakan itu hahaha sedangkan temen-temen gue ada
yang dari SD udah merasakan fall in love dan bahkan TK udah merasakannya. Tapi
gue gak masalah dengan keterlambatan yang temen-temen gue katakan ini.
Pertama kali ketemu dia
itu pada tanggal 18 juli 2011, hari pertama MOS. Pada saat itu gue datang
terlambat, dan dia lagi berdiri di depan F.O bersama dengan temannya. Pertama
kali melihat dia, gue langsung mengamati dari bawah hingga atas dan menganalisa
sifat-sifat jelek yang dia miliki. Dalam hati gue berkata “he is so different”.
MOS berlangsung selama lima hari, dan selama lima hari itulah gue harus tahu
nama dia.
And then the next day...
Saat PBB dibentuk
kelompok. Satu kelompok ada sekitar 12 orang dan itu digabung dengan
jurusan-jurusan lain, bukan hanya satu jurusan. Saat PBB dimulai entah kenapa
tiba-tiba gue melamun dan gak mendengarkan intruksi dari senior. Dan akhirnya
gue dipanggil ke depan.
“Gimana nih, mau dikasih
hukuman apa?” tanya senior.
Gue terdiam tertunduk
tidak sabar mendengar jawaban dari mereka. Namun hanya kesunyian yang
menyelimuti suasana saat itu. senior meminta mereka untuk cepat memutuskannya. Tidak
lama kemudian ada suara cowok yang memecahkan keheningan.
“Hukumannya ampunin aja
kak.” dan gue gak percaya dengan apa yang gue dengar.
“Gak bisa gitu dong! Mana
ada hukuman ampunan.” Seru senior. “Ayo hukumannya apa nih?”
“Yaudah satu dihukum, semua
dihukum.” Lagi-lagi suara cowok itu yang terdengar.
“Kan yang salah cuma
satu!”
“Yaudah hukumannya
ampunin aja.” Untuk terakhir kalinya ia menjawab. Dan karena gue penasaran
siapa yang berani berbicara itu, gue pun mengangkat kepala dan menoleh kesumber
suara tersebut. Belum sempat gue berekspresi saat melihat cowok itu, senior
sudah menyuruh gue kembali kedalam barisan. Hahaha seandainya senior memberi gue
kesempatan untuk berekspresi dulu, mungkin gue akan menunjukan wajah freak gue.
Well berkat cowok itu, gue gak mendapat hukuman.
Hari terakhir MOS...
Kami menjalankan hari
terakhir MOS di TMII. Sesampainya di sana, kami melakukan sebuah permainan
yaitu mengisi air kedalam balon kemudian balon itu ditiup. Saat permainan itu,
gue bertugas meniup balon dan 2 teman gue mengisi air. Kelompok PBB gue yang
lainnya duduk menunggu giliran. Dan cowok yang pada saat itu menjadi hero,
duduk tepat di depan gue sambil melihat kami bermain. Rasanya mau bilang
makasih ke dia karena saat itu udah menjadi hero gue tapi gue malu. hahaha
Setelah selesai MOS kami
resmi menjadi murid di sekolah tersebut. sekitar 7 hari atau lebih setelah MOS,
gue berkomunikasi dengan cowok yang pas hari pertama MOS gue lihat di F.O. He
is a nice guy! Dan gue yakin, gue jatuh cinta sama dia. ahaha sedikit malu
untuk mengakui perasaan ini pada diri sendiri, karena ini kali pertama gue
merasa jatuh cinta. Ssttt... don’t ever tell to anyone about my feeling guys ;)
hmm, gue memberikan nama panggilan buat dia, yaitu ‘zombie’. Karena dia putih
sekali, bahkan dia orang yang paling putih di sekolah. Hingga banyak yang suka
pada dia. But I really like to know that many girls over him hahaha gue gak
heran kok, dia memang ganteng haha dan wajar jika banyak yang suka.
Hari berganti minggu,
minggu berganti bulan. Gue dan cowo yang gue panggi zombie ini menjadi teman.
Dia perhatian sama gue sebagai teman, dan gue tau itu. Bahkan jika dia sekarang
masih ingat, dia pernah bilang bahwa dia akan menjaga gue karena gue adalah
teman yang baik. Tapi pada kenyataannya dia gak melakukan itu dan gue rasa dia
sudah lupa dengan apa yang dia katakan. Kedekatan kami ini tidak membuat gue
berpikir bahwa gue bisa pacaran dengan dia. Karena gue punya prinsip untuk
tidak pacaran dulu sebelum lulus haha tapi dalam hati yang terdalam pastilah
ada harapan bisa bersama dia.
Ada satu hari yang gak
akan pernah gue lupa, yaitu pas gue tidak diperbolehkan ikut pelajaran
Matematika karena gue gak bawa buku paket. Padahal bukannya gue gak bawa, tapi
buku paket gue dipinjam dan belum dikembalikan. Tapi yasudah, memang nasib
harus keluar dari kelas pas pelajaran itu. Nah, waktu gue duduk di bangku yang
ada di koridor, hero lewat bersama temannya. Dia menghampiri gue yang sedang
menggambar gak jelas, kemudian dia memainkan pensil gue. Bisa dikatakan dia
bermaksud iseng.
“Kok di luar? Pelajaran
apa?” tanya dia.
“Gak bawa buku paket.”
“Pasti pelajaran Math ya?
Makanya dibawa dong bukunya jangan sampai ketinggalan.” Dalam hati gue berkata
kalau dia bawel haha
“Iya, lain kali bawa.”
Pada suatu ketika gue
juga pernah berpas-pasan dengan dia yang sedang bersama temannya, dan gue
bersama seseorang yang juga menyukai dia. Dia memanggil nama gue dan memegang
bahu gue, ia menunjukan sikap akrabnya. Tapi karena gue tahu teman gue suka
dengan dia, gue menjauh dan berkata sesuatu yang seharusnya gak gue katakan
“Apaan sih pegang-pegang.” Seandainya waktu bisa diputar, gue akan pilih kosa
kata yang lebih bagus dari pada itu. Untungnya dia bersikap biasa-biasa saja.
Setelah gue dan teman gue menjauh dari mereka, teman gue bertanya
“Kamu kenal dia?” kami
masih pakai aku kamu haha soalnya baru-baru jadi temen ahaha
“Iya.”
“Oh, aku kira dia SKSD
sama kamu. Aku kira kalian gak saling kenal.”
Karena bingung mau jawab
apa, gue cuma diam.
Bulan berganti tahun, gue
udah kelas dua. Perpindahan dari bulan ke bulan bukanlah hal yang mudah untuk
dijalankan buat gue, karena gue merasa ada yang berubah pada dia. Kami udah gak
sedekat dulu, dia udah mulai gak perhatian. But I didn’t mean that I want it!
Gue cuma merasa banyak yang berubah aja, gue gak mempermasalahkan dia perhatian
atau gak. Karena buat gue, say ‘hi’ aja udah cukup. Selain itu, dia juga udah gak
pernah nyapa gue lagi. Dulu dia sering nyapa gue di manapun itu! Pas ketemu
cuma kaya orang gak kenal. Bahkan sepertinya gue gak terlihat di mata dia. Dan
yang gak habis pikir ialah kami sempat tidak komunikasi beberapa bulan karena
dia ganti BB. Pas seminggu setelah ganti BB dia bilang ke gue untuk download
whatsapp. Dan setelah 3 bulan sejak hari itu, gue download whatsapp untuk
komunikasi dengan dia karena jujur gue kangen ngobrol sama dia. Pas gue udah
download whatsapp, whatsapp dia off terus. Sampai gue bilang “waktu itu minta
gue buat download whatsapp, tapi sekarang pas udah download, whatsapp lu off”.
Dan akhirnya gue jarang komunikasi dengan dia.
Pada satu kesempatan
dimana gue bisa komunikasi sama dia, gue membahas sesuatu yang dari dulu ingin
gue sampaikan. Gue bilang makasih sama dia karena pas PBB dia udah jadi hero
gue. My zombie is my hero. Dia adalah orang yang pertama kali gue lihat di F.O.
Dia juga yang menjadi hero pas PBB.
“Lu inget gak pas PBB lu
mengatakan sesuatu yang membuat gue gak mendapatkan hukuman?” tanya gue.
“Yang mana ya? lupa.”
jawaban dia bikin gue sedikit kecewa. Itu adalah hari yang gak mungkin terlupa
oleh gue, tapi justru hari itu adalah hari yang mudah terlupakan oleh nya.
“Pas itu gue disuruh maju
kedepan karena melamun dan akhirnya gak dengar intruksi dia terus gue disuruh
maju dan dia nanya sama kalian mau dikasih hukuman apa. Dan lu satu-satunya
orang yang memberi hukuman ke gue.”
“Oh iya gue inget. Yang
gue bilang kalau satu dihukum, semua dihukum itu ya? ohh itu lu toh. Makanya
jangan ngelamun, dipanggil deh jadinya.”
“Hahah iya. Makasih ya,
you are my hero.”
“wkwkwk iya udah haha”
Desember...
Sepertinya dia udah tau
tentang perasaan gue. Di kelas dua ini gue mulai merasa dia tau tentang
perasaan gue karena teman-teman sekelas gue udah pada tau rahasia yang gue
simpan selama setahun. Dan mungkin rahasia itu tersebar hingga terdengar ke
telinga hero.
Ini hari pas hero jual
barang-barang untuk acara natal di sekolah. Dia jadi panitia natal. Dan pas dia
masuk ke kelas sambil bilang “Ada yang mau beli gak?”. Temen-temen gue pada
bilang “Nih Citra katanya mau beli!” DAMN!! Gue malu banget pas itu, karena gue
udah gak sedekat dulu. Jadi pas dekat dia gue ngerasa canggung. Jujur pas dia
menghampiri sambil menunjukan apa yang dia bawa, gue merasa kaki gue lemas,
perut gue keroncongan dan berasa beku. Gue pun membalikan badan sambil pura-pura
cari sesuatu didalam tas.
“Citra jadi beli gak?”
tanya hero.
“Engga kok, gak beli.”
Jawab gue, tapi dengan tidak melihat kearah dia. gue masih sibuk mencari-cari
benda yang tidak gue cari. Suara gue juga terdengar gemetar mungkin jika dia
benar-benar mengamati, karena gue malu hahaha
Karena gue gak beli dia
pun keluar dari kelas gue. Saat dia udah gak terlihat gue ngomel-ngomel ke
temen-temen gue yang menyebalkan itu. Seandainya mereka gak bilang begitu, gue
pasti gak akan terlihat aneh di depan hero.
Itu bukan pertama kalinya
gue terlihat aneh di depan dia, tapi sering! Apalagi temen-temen dia kalau
ketemu gue selalu bilang “Nih, someone who changes ***(I can’t give you know
about his name).” Temen-temen nya bikin gue gak nyaman kalau kemana-mana, karena
setiap kali berpas-pasan dengan mereka pasti mereka bilang begitu. Di depan guru-guru
pun mereka seperti itu, bahkan langsung kasih tau ke guru-guru. Contoh pas
istirahat, gue lewat depan kelas dia dan pas itu ada guru juga. Terus mereka
langsung bilang ke guru kalau blablabla dan itu terulang berkali-kali.
Actually I know that
someone who changes him really isn’t me. I know that not because he tell to me,
but..... hafft I can’t tell it.
Lalu ada lagi hari yang
benar-benar menyebalkan tapi lucu. Yaitu pas gue pulang bareng sama dia dan ini
bulan September kalau tidak salah tanggal 28. Teman-teman dia ribet sekali,
mereka ada 5 orang. Jadi pas itu gue menuju ke lantai 3. Sedangkan gue bertemu
hero di lantai 2.
“Pulang sekarang?” tanya
hero.
“Tunggu, gue ke lantai 3
dulu.”
Kemudian salah satu dari
ke 5 temannya itu bertanya “Mana Citra yang mau pulang bareng lu?” ya Tuhan
berasa buronan gue.
Setelah selesai dengan
urusan di lantai 3 gue turun menghampiri hero. Selama perjalanan dari lantai
dua hingga parkiran, kami diikuti teman-teman nya. Lebih tepatnya mereka
mengawal hero. Saat sampai di parkiran mereka mengecek tas gue apakah gue
membawa barang tajam atau tidak ahahaha lalu salah satu dari mereka berkata “Eh
udah bego! Lu bikin Citra gak nyaman aja.” Kemudian mereka pun berhenti
memperlakukan gue seperti penjahat yang akan menyakiti hero.
“Gue ambil motor dulu ya,
lu di sini aja.” Kata hero.
Selama menunggu hero,
teman-temannya bercerita tentang dia.
“Lu seharusnya merasa
special karena lu cewe ke 5 yang digoncengin dia. Eh 5 atau 4 sih?” kata (sebut
saja dia light), kemudian bertanya pada (sebut dia shine).
“Tunggu.. Pertama
nyokapnya, kedua cece dia, ketiiga cece gua. Dan kayanya udah cuma itu, terus
elu. Gue bilangin yah, dia itu jarang banget mau goncengin cewe.” Kata shine.
“Iya! Ga ada sejarahnya
dia goncengin cewe selain nyokap sama cecenya. Selama kita temenan sama dia ya cuma
lu.” Lanjut light.
“Kok lu bisa sih pulang
bareng dia?” tanya shine.
“Gak apa.” Jawab gue
singkat karena terlalu canggung sama mereka.
“Nanti kasih tau gue ya,
lu digoncengin dia ngebut atau engga. Soalnya dia gak ngebut cuma pas bawa
nyokap sama cece nya. Cece si *shine* aja dibawa ngebut.”
Dalam hati gue berkata
“Cowo tapi bawel.”
Kemudian hero datang
bersama motornya ahaha kami pun pergi. Selama perjalanan gue ngobrolin tentang
Halloween Party. Dan dia juga gak ngebut bawa motornya. And then about what
they said, I really don’t care! Karena gue gak percaya sama mereka. Orang yang
udah lama gue kenal aja belum tentu gue percaya.
Bulan demi bulan
berlalu....
Februari, adalah hari dimana
dia ulang tahun. Gue menyiapkan sesuatu untuk diberikan. Do you wanna know what the thing that I gave to him? I'll tell it. But I have to go now. I’ll
continue my story as soon as possible.