Senin, 28 Oktober 2013

29 Oktober 2013

Hari ini, temen sekelas gue nangis karena pacarnya selingkuh. Ini jadi pelajaran buat gue untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan, keputusan dalam segala hal. Setidaknya gue harus mempertimbangkan segala sesuatu, meminta pendapat dari orang-orang sekitar dan sebagainya. Okay, gue emang belum pernah merasakan diselingkuhi, karena punya pacar aja engga hahaha Tapi dari pengalaman hidup temen-temen gue, gue bisa belajar.

Entah kenapa, gue selalu jadi tempat curhat mereka. Makasih untuk orang-orang yang pernah curhat sama gue. Mungkin ini cara Tuhan untuk memberitahukan berbagai kisah menakjubkan di dunia yang gak bisa gue rasakan semuannya. Gue seneng mereka mempercayai gue untuk jadi teman bercerita mereka.

Gue memang gak punya pengalaman apa-apa tentang cinta, tapi gue cukup memiliki pengetahuan tentang itu dari orang-orang. Setiap ada yang cerita sama gue, gue akan membuat mereka nyaman bercerita sama gue. Gue akan menggunakan kata-kata yang tepat yang gue harap bisa menenangkan mereka. Gue akan bantu selagi gue bisa. Satu hal yang gue ingin mereka tahu bahwa setiap kejadian pasti memiliki arti tersendiri.


Dengan cara berbeda gue memberitahukan bahwa “Tuhan itu baik”. Tuhan gak mungkin memberikan cobaan atau masalah pada kita melampaui kekuatan kita. Tapi ingatlah, kita ini kuat. Tuhan lah kekuatan kita. Jadi sebenarnya manusia tidak memiliki batas kekuatan dan kesabaran.

Pernikahan yang Tertunda

Mau cerita tentang tanggal 12 Oktober dan  26 Oktober nih. Baru bisa post karena lumayan udah redah perasaan untuk menceritakan hal ini.
                         
Sabtu, 12 Oktober 2013
Ko Marcel kecelakaan pulang dari butik yang dia percayai menangani pakaian pernikahan dia dan ce Wanda. Ko Marcel menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit pukul 01.00 p.m. Kami semua keluarga koko bingung mau kasih tau ke ce Wanda gimana. Gue pun ke rumah ce Wanda buat kasih tau berita duka ini, pas gue kasih tau ce Wanda.... Susah untuk dijelaskan. Gue dan ce Wanda langsung menuju ke rumah sakit.

Gue ngerasa hancur! Apalagi ce Wanda, dia sampai pingsan. Gimana engga? Mereka udah mempersiapkan pernikahan mereka yang akan diselenggarakan tanggal 26 Oktober 2013. Busana pernikahaan udah jadi seseuai yang mereka inginkan, kue pernikahan juga udah di pesan, gedung untuk acara udah di booking, makanan dan sebagainya juga udah dipersiapkan. Sebagian undangan juga udah disebar ke kerabat yang jauh. Bahkan gue yang jadi pengapit, udah beli dress putih yang disesuaikan dengan gaun ce Wanda.

Pastinya kita tahu kan perasaan ce Wanda hancurnya seperti apa. Saat ko Marcel dimasukan ke peti, ce Wanda mencoba menahan air mata. Ya Tuhan betapa tegarnya ce Wanda! Ia sangat luar biasa! Bahkan saat peti ditutup ce Wanda masih dengan sikap tenangnya. Ce Wanda merelakan kepergian koko.  Dipemakaman ce Wanda bilang kalau dia sangat mencintai koko, bahkan meminta koko untuk menunggunya.

Tepat tanggal 26 Oktober 2013
Ce Wanda ke pemakaman dan gue mengantar cece. Ce Wanda bilang kalau dia memang mengharapkan terlaksananya sebuah moment indah ini. Tapi ce Wanda menerima semua keputusan Tuhan. Ce Wanda juga bilang kalau pernikahan mereka itu bukan batal, tetapi tertunda.


Banyak kejadian di sekeliling gue yang dapat di jadikan pelajaran. Tentang meninggalkan dan ditinggalkan, merelakan dan direlakan, mencintai dan dicintai, melepaskan dan dilepaskan, mengenang dan dikenang, melupakan dan dilupakan, menyakiti dan disakiti, dan masih banyak lagi. Sungguh besar Tuhan, satu hati dapat merasakan banyak hal. Semua rasa pasti memiliki makna dan hikmah tersendiri yang dapat dijadikan pelajaran. Kita harus bersyukur akan segala yang Tuhan beri.

Sabtu, 19 Oktober 2013

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 3)

March 13th 2013

Gue smsan sama Hero yang sedang nonton film.
“Nonton Trans ya?” tanya gue
“Iya ahaha hebat. Enak ya jadi lu punya kelebihan yang gak dimiliki banyak orang.”
“Enak ya jadi lu.”
“Kenapa?”
“Lu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.” Gue bilang ‘tidak dimiliki orang lain’ itu berarti hanya dimiliki olehnya, berbeda dengan ‘gak dimiliki banyak orang’.
“Emang apa kelebihany gue?”
“Coba aja diamati.”
“Gue gak bisa koreksi diri sendiri. Kasih tau aja apa kelebihan gue.”
“Kelebihan yang di mata gue itu gak dimiliki orang lain.”
“Entah lah, mungkin itu memang kelebihan gue. Karena yang menurut gue kelebihan yang lu miliki itu mengasyikan. Mungkin menurut lu kelebihan gue juga mengasyikan.”
“Iya ahaha hanya orang lain yang bisa menilai.”
Kemudian gue agak sedikit terkejut mendapat balasan dari dia. Tapi sebenarnya gue udah tau pertanyaan ini pasti akan gue dapat hanya saja gue gak tau kapan. Tapi ternyata tepat di tanggal 23 maret 2013 ini gue mendapatkan pertanyaan itu.
“Gue mau tanya sesuatu, tapi lu harus jawab jujur ya!” kata Hero.
“Umm, berasa gak enak gue.”
“Pasti udah tau ya, yaudah jawab aja.”
“Entah tau atau engga, gimana mau jawab kalau gue aja gak tau pertanyaannya.”
“Gimana gue mau nanya kalau lu gak jawab.”
“Iya gue jawab.”
“Sebenernya lu punya perasaan lebih gak sama gue?” Hero mengirim pesan ini 3 kali. Gue ragu untuk menjawab, gue belum siap dan tidak akan pernah siap. Tapi ujung-ujungnya pertanyaan ini pasti akan gue dapat.
“Gak seharusnya lu tanya ini ke gue, lu tanya aja sama bintang-bintang yang gue beri sebagai hadiah ulang tahun.”
“Ahaha gue tau lu gak mungkin jawab, kalau emang susah untuk dijawab jawab aja dalam hati.”
“Jawabannya ada di salah satu bintang.”
“Gak mungkin gue bongkar satu-satu kan? Sayang juga kalau susunan happy birthday nya rusak. Lai pula sebenernya gue udah tau jawabannya.”
“Sebenernya lu gak perlu bongkar satu-satu kalau lu baca cerpen gue yang pas itu. Dan gue udah tau kalau lu pasti akan bertanya seperti ini ke gue, itu sebabnya sebelum gue kasih lu bintang-bintang, gue udah bikin cerpen. Di cerpen itu ada petunjuk bintang mana yang harus lu cari unuk menemukan jawaban dari pertanyaan lu.”
“Semacam teka-teki ya? maaf ya gue gak baca cerpen itu, mungkin gue boleh baca cerpen itu sekarang?”
“Terlambat, gue kan udah kasih bintang-bintang nya. Maksud gue kenapa guue kasih cerpen duluan karena, kalau lu udah dapat bintang-bintang nya dan tiba-tiba terlintas di pikiran lu tentang pertanyaan itu, kalau lu masih ingat cerita di cerpen pasti lu akan cari bintang yang seperti di cerpen.”
“Maaf ya soal cerpennya. Tapi emang gak bisa ya kalau gue baca cerpennya sekarang?”
“Semua nya udah berantakan, gak mungkin disusun lagi. Cerpennya juga udah gak tau kemana.”
“Maaf ya gue ngancurin teka-teki nya.”
“Gak kok gak apaJ Udah lewat jadi gak usah dibahas.”
“Tapi sorry ya gara-gara gue jadi berantakan.”
“Enggak kok gak ada yang salah, emang udah jalannya begini.”

Kemudian gue mendengar sesuatu yang dibisikan oleh dia, dia bilang “Kenapa gue? kan masih banyak orang yang lebih baik dari gue.” lalu masih banyak bisikan yang gue terima tapi gue lupa apa aja. Ini sih yang seingat gue aja.

Gue akan kasih dia kesempatan untuk mengetahu bintang mana yang harus dia cari. Kalau dia buka blog gue dan membaca page yang ini, pasti lah dia mendapatkan bintang itu.
Pertama-tama bintang yang harus dicari ialah 8 bintang yang memiliki motif berbeda dari yang lainnya. Motif bintang ini adalah lope lope kecil berwarna merah dan jumlah nya ada 8. Setelah semuanya sudah ketemu, buka satu-satu, salah satu diantara 8 ada tulisannya.
Dalam toples terdapat banyak bintang yang bermotif lope lope berwarna merah. Tapi ada sesuatu yang membedakan yaitu lope lope dari motif bintang yang harus dicari, kecil-kecil dan hanya ada 8. Sedangkan yang lainnya bermotif lope lope besar.


Hero, kalau emang lu masih mau tau isi dari bintang itu, lu bongkar aja dan keluarin semua bintang-bintang yang ada di toples. Dan kalau lu takut susunan happy birthday nya rusak, gak apa kok gue bisa menyusun kembali. Oh iya makasih ya atas segalanya. Makasih atas pelajaran yang cuma gue dapat dari lu. Jujur ini kali pertama gue merasakan hal ini, dan yang pastinya lu orang pertama. Maaf ya atas segala kesalahan gue. Maaf gue gak bisa berhenti dengan prasaan gue ini. Maaf gue sering ngeribetin, bikin lu kesel. Maaf gue sering minta lu untuk menyelesaikan kartul dan pulang tepat waktu. I’m so sorry, really sorry. I didn’t mean to act like your mom, I always do those things just because I love you.

Jumat, 18 Oktober 2013

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 2)

Feb 26th 2013

Di ulang tahun Hero ini gue memberikan sesuatu yang gue buat sendiri yaitu bintang-bintang kecil yang di jadikan satu kedalam toples. Gue membuat 1300an bintang atau berapa gitu, gue lupa. Gue membuat bintang-bingtang hingga memenuhi toples saja, targetkan gue sih jangan sampai di bawah seribu. Waktu membuat bintang, ada aja cobaan nya. Yang kertas bintangnya habis lah di beberapa toko karena udah gue beli semua, sekalinya ada kertas bintangnya gak sesuai seperti yang gue inginkan. Terus bintang-bintang di toples sering diambil-ambilin sama anak-anak kecil yang main ke rumah. Setiap harinya pasti ada anak-anak kecil yang main kerumah. Kadang temannya Al, kadang saudara gue dan kadang temannya saudara gue. Tapi gue ikhlas kasih mereka bintang. Lebih tepatnya sih bukan ikhlas memberi tapi ikhlas dimintai ahaha Semakin hari bintang-bintnag itu malah semakin berkurang. Gue pun memutuskan untuk membeli toples yang lebih besar karena tidak muat jika menempatkan seribu bintang kedalam toples berwarna putih itu.

Dalam pencarian toples, gue bener-bener sampai stress ahaha karena sulit banget menemukan toples yang sesuai dengan yang gue inginkan. Tapi suara-suara di kepala gue membuat gue semangat untuk mencari “Don’t you dare give up!”. Awalnya gue mencari ke tempat yang akhiran namanya ‘kado’. Bunga Kado, Dunia Kado dan blablabla. Tapi ternyata tidak ada yang sesuai. Kebanyakan kecil-kecil toplesnya. Gue pun melanjutkan pencarian ke Mall dan mengunjungi setiap toko-toko yang menjual pernak-pernik, karena gue mencri toples bintang bukan toples untuk diisi snack. Setelah lelah memasuki semua toko, gue sedikit give up karena gak ketemu-ketemu. Tapi gue tetep mencari ke mall lainnya. Sudah 3 mall gue masuki tapi tetap tidak ada. Minggu depannya gue mencari sampai dapat dan akhirnya dapat juga ahaha

Setelah selesai memenuhi toples dengan bintang-bintang, gue mengambil 8 bintang yang memang beda dari yang lain. Kemudian salah satu dari 8 bintang tersebut gue tuliskan sesuatu di dalamnya. Kemudian gue campur 8 bintang tersebut dengan yang lain. Setelah dicampur, gue membuat kata-kata dibintang-bintang yang bertuliskan happy birthday 17th beserta nama dia, kemudian gue susun didalam toples. Sulit sekali tapi gak makan waktu lama kok untuk menyusun hahaha

Waktu dia ulang tahun, gue lagi widya wisata di Bali dan dia juga lagi widya wisata di Yogya. Malam saat dia ulang tahun gue agak sedikit khawatir karena dia mau diceburin sama temen-temen nya kekolam dan kata salah satu temennya bilang kalau diceburin sampai 30 menit kalau tidak salah. Tapi gue yakin mereka gak sejahat itu ahaha lagi pula Hero pasti memberontak. Setelah hampir tengah malam, gue sms dia ngucapin selamat ulang tahun dan bserta doa-doa ahaha gue juga bilang sama dia kalau gue mau jadi orang yang terakhir ngucapin.

Travel dan perhotelan melanjutkan widya wisata ke Yogya, kami bertemu dengan multimedia. Hero adalah murid multimedia. Waktu semua jurusan istirahat di sebuah restaurant, gue menitipkan sesuatu ke teman gue buat Hero. Memang cuma gantungan sih tapi quote nya bagus “Today I’m running after money but tomorrow money will run after me”. Setelah sampai di dia, dia bilang kenapa gue gak kasih langsung aja ahaha gak mungkin kan gue bilang ‘malu gue, gue kan suka sama lu’ ahaha yakali gue bilang begitu. Sebenernya gue gak mau bohong sama dia tapi gue gak mungkin juga bilang yang sebenarnya. Akhirnya gue bilang “Soalnya gue gak ketemu lu.” Padahal sih dia tau kalau kami sempat bertemu tapi mungkin dia memaklumi jadi dia tidak tanya macam-macam.

Gue gak cuma kasih kedia sih gantungan itu, karena gue punya tiga dan kebetulan di Joger tinggal tiga jadi gue beli semua. Yang satu buat gue, satu buat dia dan yang satunya lagi buat orang yang gue anggap kakak gue. Karena dia selalu jadi tempat curhat gue ahaha dia itu teman dekatnya Hero.

Sepulang dari widya wisata, kegiatan kbm tetap berlangsung dan banyak yang tidak masuk saat itu. Tapi gue tetep masuk. Sepulang sekolah gue memberikan setoples bintang-bintang itu ke Hero. Gue malu banget pas kasih itu. Gue nungguin dia, kemudian dia keluar bersama 2 temannya. Karena gue gak bungkus itu toples, jadi gue bilang langsung masukin ke dalam tas aja ahaha terus dia meminta seorang temannya untuk membukakan tas dia.
“Tolong bukain tas nya dong” kata Hero, terus gue memninta Hero untuk gak melihat kebelakang, dan meminta dia untuk membukannya di rumah.
Waktu gue masukin kedalam tas dia, temannya bilang
“Sumpah lu cit rajin banget!”
“Tapi dia gak suka kok sama ‘itu’ pas iu dia pernah bilang”
“Tapi sumpah cit itu banyak loh! Gue liatnya aja suka. Itu lu bikin berapa lama?” tanya temannya tapi gue gak jawab “Bagus tau kadonya!” kata temannya ke Hero.
“Kok berat banget? Apaan ini? Benda hidup ya?” tanya Hero. Dalam hati gue bilang ‘mana ada benda hidup’ hahaha
“Mati kok, sumpah keren!” jawab temannya.
“Oh ok deh, makasih ya.” kata Hero.
Setelah itu gue langsung pulang duluan. Pas diparkiran gue masih dag dig dug ahaha

Tentang gantungan...
Sampai saat ini gantungan itu masih ada di tas gue yang sering gue pakai ke sekolah. Dan masih ada di tas seseorang yang gue anggap kakak. Tapi gue gak lihat gantungan itu ada di tas Hero sejak dia ganti tas. Gue sempat nanya sama seseorang yang gue anggap kakak itu, tentang gantungan yang gue berikan ke Hero dan dia bilang katanya gantungannya ada di tas yang sering di bawa Hero buat main.

Waktu itu pernah pas pulang sekolah gue kan pulang bareng Hero, disamping kami ada temen Hero. Dia itu orang yang bukain tas nya Hero pas waktu gue kasih toples bintang. Nah pas dijalan, gue nunjuk tas Hero sambil nanya tapi gak bersuara takut kedengeran Hero yang lagi bawa motor, sebenarnya temannya juga lagi bawa motor. Panggil aja teman dia itu ‘sea’
“Sea gantungan yang gue kasih itu hilang ya?” tanya gue, tapi Sea Cuma bilang ‘Apa? Ga ngerti’ dengan tidak bersuara juga. Hero memerhatikan Sea terus dia nanya
“Kenapa?”
Dan gue jawab “Ah engga kenapa-napa.”

Perasaan gue pas pertama kali di gonceng dia itu deg-degan dan gak tau mau ngobrolin apa tapi setelah lumayan berkali-kali di gonceng dia, gue mulai memberanikan diri untuk memulai sebuah pembicaraan. Meskipun sesekali sering terhenti karena kehabisan topik tapi gue selalu berusaha untuk mencari topik ahaha. Yang gue herankan, sekalipun gue udah berkali-kali digonceng dia, tetap aja rasa dag dig dug gak hilang-hilang.


Gue mau lanjut ke cerita pada tanggal 13 Maret 2013, tapi sepertinya dilanjut ke page berikutnya aja ya..

Kamis, 17 Oktober 2013

An Accident

Haha ini kali pertama gue bawa motor tapi jatoh. Tapi ini bukan kecelakaan pertama, melainkan kedua. waktu itu gue pernah kecelakaan sampai tulang kaki gue patah dan tulang kecil tangan kiri gue geser. Pas itu gue masih SD, gue digonceng ko Marcel.

Kamis, 17 Oktober 2013
Waktu hari rabu gue bilang sama Anne kalau gue lagi mau istirahat, bisa dikatakan tidur selamanya. Lalu Anne menasehati.
Malamnya gue bilang sama kakak  kalau besok gue mau terlambat aja. Tiba-tiba dapet pesan dari kakak gue yang cowok, dia nanya kabar gue katanya dia kepikiran terus.

Kamisnya, pas gue manasin my golden haha mama menghampiri and then she kissed my cheeks and lips at the same time she said "be careful".
Gue berangkat dari rumah jam 6 pagi karena gue tau gue kepagian gue pun jalan pelan-pelan, dibawah rata-rata. Di jalan gue udah ada firasat gak enak. Dan ternyata pas di depan SB gue ketabrak motor yang ada di depan. Gue pun jatuh ahaha terus ada petugas keamanaan berbondong-bondong menghampiri. Menyuruh kami untuk ke pos yang ada di sebrang sana.

Dengan darah di kedua lutut dan tangan, gue membawa my golden. Terasa perih tapi gue memaksakan diri untuk membawa dia. Sesampainya di pos, gue menelpon mama. Pas itu kaki gue udah mulai gak bisa digerakin. Orang yang jatuh yang menabrak gue dari depan terlihat kesakitan. Dia menangis. Menjijikan! Padahal dia cowok! Lagi pula dia juga cuma keseleo aja. Gue aja yang lecet-lecet parah badannya gak nangis.

Gue menjelaskan tragedi tadi tapi tetep aja gue yang disalahkan. Karena gue bodo amat, dengan sombong gue bilang
"Tinggal bilang aja butuh berapa? Gue ganti!"
Kemudian mama datang, cowok itu dimasukan kedalam mobil mama dan dibawa ke tempat pijat. Dan orang yang mengurus dia bilang kalau dia cuma keseleo! Ihh jijik! Kemudian dia bilang soal motor dia yang hancur. Apa yang hancur coba? Lagi-lagi gue ngomong dengan nada sombong pada dia menanyakan ia butuh berapa.

Sorry gue gak bermaksud mau sombong atau apa. Gue gak suka sama orang yang seperti itu, orang yang menuntut banyak! Padahal yang salah kan dia! Dengan tampang dia yang melas, orang keamanan itu membela dia. Dan gue yang bermuka jutek dan angkuh cuma bilang "Saya akan bertanggung jawab."

Sebelum kejadian ini keluarga gue udah ada firasat. Jadi nyokap gue gak terlalu kelihatan panik.

Selesai mengantar dia ke tempat pijat, gue kembali ke sekolah. I'm titanium! sesakit apapun kaki gue, gue tetep ke sekolah karena ada 2 mata pelajaran yang pada hari itu ulangan. Gue memaksakan diri untuk tetap masuk ya karena ada ulangan. Tapi ternyata kedua ulangan tidak terlaksana. Yang pertama gurunya gak masuk dan yang kedua gurunya lupa kalau ulangan. Geregetan hahaha but it's okay.

Sepulang sekolah gue karoke bersama ade kelas. Disana gue menyanyikan 2 lagu yang memang khusus untuk seseorang, selebihnya gue hanya menyanyikan lagu yang sudah ditambahkan mereka ke playlist. Mereka care banget and I really love them. Sehabis karoke kami pergi membeli minuman dan makanan.

Malamnya gue ngerasa pegal-pegal dan susah nafas. Rasanya gue mau menceritakan kejadian tadi ke seseorang. Karena dengan gue bercerita ke dia, gue akan merasa lebih baik haha setidaknya gue bisa tidur. Awalnya gue nanya dia sakit apa. Setelah tau, gue pun mulai menceritakan tentang kejadian itu. Dia nanya kapan dan dimana kejadian berlangsung dan kenapa bisa terjadi. Gue menjelaskan sedetail mungkin. Setelah selesai bercerita gue merasa lebih baik hahaha

Well, kalau kalian merasa kurang baik atau dalam sebuah masalah, kalian bisa ceritakan kepada seseorang yang menurut kalian dengan bercerita pada nya kalian akan membaik. Jangan dipendam. Sejauh apapun jarak kalian, sesulit apapun untuk berkomunikasi, usahakan lah... Kalian akan membaik.

Selasa, 15 Oktober 2013

Lovely Taa

Hi guys! I want to tell you about my friend's story. She really loves him but they can't be together any longer. Because..... alright just read this! We can call her "Anne" she is a beautiful girl. There are many people adore her and honestly I'm the one of them haha

Pertama kali Anne kenal Bims saat mereka dihukum untuk mengecat seluruh kelas yang ada di lantai 3. Saat Anne menuju ke lantai 3, Bims memperhatikan Anne. Pada saat itu mereka belum saling kenal. Proses mengecat berlangsung selama 3 hari. Tapi hari terakhirnya Bims gak ikut mengecat karena ada urusan. Bims minta nomor ponsel Anne pada temannya. Sorenya Bims mengirim pesan pada Anne.
"Anne gue minta maaf ya karena ada urusan."
"Sorry ini siapa ya? Iya gak apa kok. Kenapa mesti minta maaf? Jangan sama gue doang minta maafnya sama yang lain juga."
"Ini Bims. Oh iya nanti gue minta maaf sama yang lain juga, makasih ya!"
"Iya."

Dan hari selanjutnya mereka saling mengirim pesan sampai pada akhirnya Bims jujur kepada Anne bahwa dia suka sama Anne. Namun sangat disayangkan Anne gak jujur pada Bims kalau dia juga suka karena Anne baru aja jadian dengan orang lain. Pada saat itu Anne sangat menyesal telah menerima cinta orng lain. Dan akhirnya Bims mengirim pesan lagi pada Anne
"Udah jadian ya sama dia? Long last! Anggap aja kita gak pernah kenal dan gak ada sesuatu yang terjadi. Hapus contact gue dari ponsel lu."
"Makasih. Yaudah."

Merekapun lost contact selama beberapa bulan. Dan akhirnya Anne jujur kepada Bims kalau dia juga suka. Dan Anne meminta maaf karena ia baru jujur. Tapi Bims baru saja balikan dengan mantannya. Mendengar Bims balikan, Anne berkata pada Bims bahwa ia akan menunggu sampai Bims putus.

Setelah sebulan menunggu, Bims putus dengan pacarnya. Lalu mereka dekat kembali dan berpacaran. Pada tanggal 16 April 2011 pada jam 21.10 di depan TK Widya Duta Bims menyatakan cinta pada Anne.

Setelah berpacaran selama 2 setengah tahun dan melewati masa-masa yang sulit, mereka putus.
"Aku kan juga punya temen, tugas, urusan, dan lain-lainnya. Gak haruskan aku selalu kirim pesan ke kamu? Kamu cari aja sana cowok yang bisa selalu kirim pesan ke kamu." Kata Bims.
"Aku gak minta buat selalu smsan asal kamu kasih tahu sebelumnya aku pasti maklum."
"Udahlah akhiri aja daripad dilanjuti tapi bertengkar terus."
"Ayo dong kita berusaha menjadi yang lebih baik lagi."
"Maaf ya aku capek begini terus gak apa kan kalau kita temenan aja?"
"Sebenernya sih masih belum bisa tapi  yaudahlah terima kenyataan."
"Kamu pasti bisa kok dapet yang lebih baik dari aku. Jangan betean yah, jangan lupa belajar, jangan ngelawan orang tua."
"Iya makasih ya."
"Kalau ada apa-apa hubungin aku aja siapa tau aku bisa bantu."
"Iya makasih."

Mereka pun putus secara baik-baik hahaha

Setelah Anne bisa menerima kenyataan dan berhasil move on dari Bims, Bims kembali dan bersikap manis sekali seperti menyesali perpisahan yang ia buat.

Dari kisah ini kita ambil bahwa jagalah seseorang yang menyayangimu. Orang berkata "Kita tidak tahu seberapa besar rasa sayang kita ke orang tersebut, sebelum kita kehilangan." namun pada kenyataannya "Kita tahu seberapa besar kita sayang pada seseorang, hanya saja tidak pernah terpikirkan dibenak kita bahwa kita akan kehilangan orang tersebut."

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 1)

Dalam page ini gue mau menceritakan kisah nyata gue tentang perasaan gue saat merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Banyak yang bilang gue terlambat jatuh cinta karena di usia gue yang ke 14 gue baru merasakan itu hahaha sedangkan temen-temen gue ada yang dari SD udah merasakan fall in love dan bahkan TK udah merasakannya. Tapi gue gak masalah dengan keterlambatan yang temen-temen gue katakan ini.

Pertama kali ketemu dia itu pada tanggal 18 juli 2011, hari pertama MOS. Pada saat itu gue datang terlambat, dan dia lagi berdiri di depan F.O bersama dengan temannya. Pertama kali melihat dia, gue langsung mengamati dari bawah hingga atas dan menganalisa sifat-sifat jelek yang dia miliki. Dalam hati gue berkata “he is so different”. MOS berlangsung selama lima hari, dan selama lima hari itulah gue harus tahu nama dia.

And then the next day...
Saat PBB dibentuk kelompok. Satu kelompok ada sekitar 12 orang dan itu digabung dengan jurusan-jurusan lain, bukan hanya satu jurusan. Saat PBB dimulai entah kenapa tiba-tiba gue melamun dan gak mendengarkan intruksi dari senior. Dan akhirnya gue dipanggil ke depan.
“Gimana nih, mau dikasih hukuman apa?” tanya senior.
Gue terdiam tertunduk tidak sabar mendengar jawaban dari mereka. Namun hanya kesunyian yang menyelimuti suasana saat itu. senior meminta mereka untuk cepat memutuskannya. Tidak lama kemudian ada suara cowok yang memecahkan keheningan.
“Hukumannya ampunin aja kak.” dan gue gak percaya dengan apa yang gue dengar.
“Gak bisa gitu dong! Mana ada hukuman ampunan.” Seru senior. “Ayo hukumannya apa nih?”
“Yaudah satu dihukum, semua dihukum.” Lagi-lagi suara cowok itu yang terdengar.
“Kan yang salah cuma satu!”
“Yaudah hukumannya ampunin aja.” Untuk terakhir kalinya ia menjawab. Dan karena gue penasaran siapa yang berani berbicara itu, gue pun mengangkat kepala dan menoleh kesumber suara tersebut. Belum sempat gue berekspresi saat melihat cowok itu, senior sudah menyuruh gue kembali kedalam barisan. Hahaha seandainya senior memberi gue kesempatan untuk berekspresi dulu, mungkin gue akan menunjukan wajah freak gue. Well berkat cowok itu, gue gak mendapat hukuman.

Hari terakhir MOS...
Kami menjalankan hari terakhir MOS di TMII. Sesampainya di sana, kami melakukan sebuah permainan yaitu mengisi air kedalam balon kemudian balon itu ditiup. Saat permainan itu, gue bertugas meniup balon dan 2 teman gue mengisi air. Kelompok PBB gue yang lainnya duduk menunggu giliran. Dan cowok yang pada saat itu menjadi hero, duduk tepat di depan gue sambil melihat kami bermain. Rasanya mau bilang makasih ke dia karena saat itu udah menjadi hero gue tapi gue malu. hahaha

Setelah selesai MOS kami resmi menjadi murid di sekolah tersebut. sekitar 7 hari atau lebih setelah MOS, gue berkomunikasi dengan cowok yang pas hari pertama MOS gue lihat di F.O. He is a nice guy! Dan gue yakin, gue jatuh cinta sama dia. ahaha sedikit malu untuk mengakui perasaan ini pada diri sendiri, karena ini kali pertama gue merasa jatuh cinta. Ssttt... don’t ever tell to anyone about my feeling guys ;) hmm, gue memberikan nama panggilan buat dia, yaitu ‘zombie’. Karena dia putih sekali, bahkan dia orang yang paling putih di sekolah. Hingga banyak yang suka pada dia. But I really like to know that many girls over him hahaha gue gak heran kok, dia memang ganteng haha dan wajar jika banyak yang suka.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Gue dan cowo yang gue panggi zombie ini menjadi teman. Dia perhatian sama gue sebagai teman, dan gue tau itu. Bahkan jika dia sekarang masih ingat, dia pernah bilang bahwa dia akan menjaga gue karena gue adalah teman yang baik. Tapi pada kenyataannya dia gak melakukan itu dan gue rasa dia sudah lupa dengan apa yang dia katakan. Kedekatan kami ini tidak membuat gue berpikir bahwa gue bisa pacaran dengan dia. Karena gue punya prinsip untuk tidak pacaran dulu sebelum lulus haha tapi dalam hati yang terdalam pastilah ada harapan bisa bersama dia.

Ada satu hari yang gak akan pernah gue lupa, yaitu pas gue tidak diperbolehkan ikut pelajaran Matematika karena gue gak bawa buku paket. Padahal bukannya gue gak bawa, tapi buku paket gue dipinjam dan belum dikembalikan. Tapi yasudah, memang nasib harus keluar dari kelas pas pelajaran itu. Nah, waktu gue duduk di bangku yang ada di koridor, hero lewat bersama temannya. Dia menghampiri gue yang sedang menggambar gak jelas, kemudian dia memainkan pensil gue. Bisa dikatakan dia bermaksud iseng.
“Kok di luar? Pelajaran apa?” tanya dia.
“Gak bawa buku paket.”
“Pasti pelajaran Math ya? Makanya dibawa dong bukunya jangan sampai ketinggalan.” Dalam hati gue berkata kalau dia bawel haha
“Iya, lain kali bawa.”

Pada suatu ketika gue juga pernah berpas-pasan dengan dia yang sedang bersama temannya, dan gue bersama seseorang yang juga menyukai dia. Dia memanggil nama gue dan memegang bahu gue, ia menunjukan sikap akrabnya. Tapi karena gue tahu teman gue suka dengan dia, gue menjauh dan berkata sesuatu yang seharusnya gak gue katakan “Apaan sih pegang-pegang.” Seandainya waktu bisa diputar, gue akan pilih kosa kata yang lebih bagus dari pada itu. Untungnya dia bersikap biasa-biasa saja. Setelah gue dan teman gue menjauh dari mereka, teman gue bertanya
“Kamu kenal dia?” kami masih pakai aku kamu haha soalnya baru-baru jadi temen ahaha
“Iya.”
“Oh, aku kira dia SKSD sama kamu. Aku kira kalian gak saling kenal.”
Karena bingung mau jawab apa, gue cuma diam.

Bulan berganti tahun, gue udah kelas dua. Perpindahan dari bulan ke bulan bukanlah hal yang mudah untuk dijalankan buat gue, karena gue merasa ada yang berubah pada dia. Kami udah gak sedekat dulu, dia udah mulai gak perhatian. But I didn’t mean that I want it! Gue cuma merasa banyak yang berubah aja, gue gak mempermasalahkan dia perhatian atau gak. Karena buat gue, say ‘hi’ aja udah cukup. Selain itu, dia juga udah gak pernah nyapa gue lagi. Dulu dia sering nyapa gue di manapun itu! Pas ketemu cuma kaya orang gak kenal. Bahkan sepertinya gue gak terlihat di mata dia. Dan yang gak habis pikir ialah kami sempat tidak komunikasi beberapa bulan karena dia ganti BB. Pas seminggu setelah ganti BB dia bilang ke gue untuk download whatsapp. Dan setelah 3 bulan sejak hari itu, gue download whatsapp untuk komunikasi dengan dia karena jujur gue kangen ngobrol sama dia. Pas gue udah download whatsapp, whatsapp dia off terus. Sampai gue bilang “waktu itu minta gue buat download whatsapp, tapi sekarang pas udah download, whatsapp lu off”. Dan akhirnya gue jarang komunikasi dengan dia.

Pada satu kesempatan dimana gue bisa komunikasi sama dia, gue membahas sesuatu yang dari dulu ingin gue sampaikan. Gue bilang makasih sama dia karena pas PBB dia udah jadi hero gue. My zombie is my hero. Dia adalah orang yang pertama kali gue lihat di F.O. Dia juga yang menjadi hero pas PBB.
“Lu inget gak pas PBB lu mengatakan sesuatu yang membuat gue gak mendapatkan hukuman?” tanya gue.
“Yang mana ya? lupa.” jawaban dia bikin gue sedikit kecewa. Itu adalah hari yang gak mungkin terlupa oleh gue, tapi justru hari itu adalah hari yang mudah terlupakan oleh nya.
“Pas itu gue disuruh maju kedepan karena melamun dan akhirnya gak dengar intruksi dia terus gue disuruh maju dan dia nanya sama kalian mau dikasih hukuman apa. Dan lu satu-satunya orang yang memberi hukuman ke gue.”
“Oh iya gue inget. Yang gue bilang kalau satu dihukum, semua dihukum itu ya? ohh itu lu toh. Makanya jangan ngelamun, dipanggil deh jadinya.”
“Hahah iya. Makasih ya, you are my hero.”
“wkwkwk iya udah haha”

Desember...
Sepertinya dia udah tau tentang perasaan gue. Di kelas dua ini gue mulai merasa dia tau tentang perasaan gue karena teman-teman sekelas gue udah pada tau rahasia yang gue simpan selama setahun. Dan mungkin rahasia itu tersebar hingga terdengar ke telinga hero.
Ini hari pas hero jual barang-barang untuk acara natal di sekolah. Dia jadi panitia natal. Dan pas dia masuk ke kelas sambil bilang “Ada yang mau beli gak?”. Temen-temen gue pada bilang “Nih Citra katanya mau beli!” DAMN!! Gue malu banget pas itu, karena gue udah gak sedekat dulu. Jadi pas dekat dia gue ngerasa canggung. Jujur pas dia menghampiri sambil menunjukan apa yang dia bawa, gue merasa kaki gue lemas, perut gue keroncongan dan berasa beku. Gue pun membalikan badan sambil pura-pura cari sesuatu didalam tas.
“Citra jadi beli gak?” tanya hero.
“Engga kok, gak beli.” Jawab gue, tapi dengan tidak melihat kearah dia. gue masih sibuk mencari-cari benda yang tidak gue cari. Suara gue juga terdengar gemetar mungkin jika dia benar-benar mengamati, karena gue malu hahaha
Karena gue gak beli dia pun keluar dari kelas gue. Saat dia udah gak terlihat gue ngomel-ngomel ke temen-temen gue yang menyebalkan itu. Seandainya mereka gak bilang begitu, gue pasti gak akan terlihat aneh di depan hero.
Itu bukan pertama kalinya gue terlihat aneh di depan dia, tapi sering! Apalagi temen-temen dia kalau ketemu gue selalu bilang “Nih, someone who changes ***(I can’t give you know about his name).” Temen-temen nya bikin gue gak nyaman kalau kemana-mana, karena setiap kali berpas-pasan dengan mereka  pasti mereka bilang begitu. Di depan guru-guru pun mereka seperti itu, bahkan langsung kasih tau ke guru-guru. Contoh pas istirahat, gue lewat depan kelas dia dan pas itu ada guru juga. Terus mereka langsung bilang ke guru kalau blablabla dan itu terulang berkali-kali.
Actually I know that someone who changes him really isn’t me. I know that not because he tell to me, but..... hafft I can’t tell it.

Lalu ada lagi hari yang benar-benar menyebalkan tapi lucu. Yaitu pas gue pulang bareng sama dia dan ini bulan September kalau tidak salah tanggal 28. Teman-teman dia ribet sekali, mereka ada 5 orang. Jadi pas itu gue menuju ke lantai 3. Sedangkan gue bertemu hero di lantai 2.
“Pulang sekarang?” tanya hero.
“Tunggu, gue ke lantai 3 dulu.”
Kemudian salah satu dari ke 5 temannya itu bertanya “Mana Citra yang mau pulang bareng lu?” ya Tuhan berasa buronan gue.
Setelah selesai dengan urusan di lantai 3 gue turun menghampiri hero. Selama perjalanan dari lantai dua hingga parkiran, kami diikuti teman-teman nya. Lebih tepatnya mereka mengawal hero. Saat sampai di parkiran mereka mengecek tas gue apakah gue membawa barang tajam atau tidak ahahaha lalu salah satu dari mereka berkata “Eh udah bego! Lu bikin Citra gak nyaman aja.” Kemudian mereka pun berhenti memperlakukan gue seperti penjahat yang akan menyakiti hero.
“Gue ambil motor dulu ya, lu di sini aja.” Kata hero.
Selama menunggu hero, teman-temannya bercerita tentang dia.
“Lu seharusnya merasa special karena lu cewe ke 5 yang digoncengin dia. Eh 5 atau 4 sih?” kata (sebut saja dia light), kemudian bertanya pada (sebut dia shine).
“Tunggu.. Pertama nyokapnya, kedua cece dia, ketiiga cece gua. Dan kayanya udah cuma itu, terus elu. Gue bilangin yah, dia itu jarang banget mau goncengin cewe.” Kata shine.
“Iya! Ga ada sejarahnya dia goncengin cewe selain nyokap sama cecenya. Selama kita temenan sama dia ya cuma lu.” Lanjut light.
“Kok lu bisa sih pulang bareng dia?” tanya shine.
“Gak apa.” Jawab gue singkat karena terlalu canggung sama mereka.
“Nanti kasih tau gue ya, lu digoncengin dia ngebut atau engga. Soalnya dia gak ngebut cuma pas bawa nyokap sama cece nya. Cece si *shine* aja dibawa ngebut.”
Dalam hati gue berkata “Cowo tapi bawel.”
Kemudian hero datang bersama motornya ahaha kami pun pergi. Selama perjalanan gue ngobrolin tentang Halloween Party. Dan dia juga gak ngebut bawa motornya. And then about what they said, I really don’t care! Karena gue gak percaya sama mereka. Orang yang udah lama gue kenal aja belum tentu gue percaya.

Bulan demi bulan berlalu....
Februari, adalah hari dimana dia ulang tahun. Gue menyiapkan sesuatu untuk diberikan. Do you wanna know what the thing that I gave to him? I'll tell it. But I have to go now. I’ll continue my story as soon as possible.

UNPREDICTABLE

Senin, 07 Oktober 2013

Di tanggal ini gue mau menceritakan tentang sebuah kejutan dari Tuhan yang gak disangka. Senin malam yang benar-benar bermakna dan menakjubkan. Bukan isi dari cerita gue yang bermakna dan menakjubkan, tapi rencana Tuhan. Rencana yang dipersiapkan dengan sempurna dan tidak membuat kecewa. Karena memang, rencana Tuhan itu selalu indah.

Berawal dari rasa kecewa gue yang tadinya mau pergi bersama anak kecil (4 tahun) ke sebuah tempat mewarnai tetapi batal karena cuaca. Dan jika kami jadi pergi pasti kami ditemani kakaknya, yaitu teman gue. Awalnya gue ragu untuk pergi ke tempat mewarnai itu karena gue pernah bilang kalau gue gak mau ajak cowok lain ke tempat mewarnai itu, sebelum gue ajak orang yang gue suka. Temen gue itu cowok, jadi ragu deh untuk pergi ke sana. Tapi karena Tuhan tau gue pernah bilang seperti itu dan bahkan gue pernah berharap bisa ajak orang yang gue suka kesana dan melukis di depan dia, jadi Tuhan batalkan hari ini. Awalnya kecewa, tapi setelah dipikir-pikir mungkin Tuhan ingin menyadarkan gue kalau gue harus konsisten.

Tiba-tiba saja sekitar jam 5 sore gue mau ketemu sama teman gue, sebut aja dia Eva. Gue jemput dia jam 6 kurang di depan Bubur Singapore. Terus karena kami gak ada tujuan, jadi kami ke restaurant yang 24 jam. Kami menghabiskan waktu dengan minum coffee, makan makanan ringan sambil mengobrol. Dalam obrolan kami, kami banyak membicarakan tentang masalah yang kami miliki. Gue nyaman sama Eva, bahkan gue merasa seperti memiliki ikatan batin dengan Eva. Kami gak pernah janjian pakai baju apa apa dan apa, tapi setiap kali kami janjian bertemu pakaian kami selalu sama. Entah itu piama, pakaian panjang, celana panjang dan sebagainya. Dan bukan hanya soal pakaian saja, tapi perasaan kami, hewan yang kami suka, dan banyak lagi.
Sekitar jam setengah sembilan malam,
“Gue mau ke rumah S nih!” kata Eva (S ini hanya sebagai sebutan saja. Dia cowok.)
“Tapi gak enak udah jam segini. Umm, coba aja lu text dia dulu.”
Karena baterai dia low dan kami perlu text dia, gue pun meminjamkan ponsel gue. Tapi dengan catatan Eva menggunakan akun dia. Karena gue gak mau berkomunikasi dengan S. Bukannya gak mau sih, tapi ada sesuatu yang membuat gue harus jauhin S dan bersikap seperti gak kenal. Well, setelah kami tau dia ada di rumah kami pun membeli makanan dan minuman karena kami berpikir tidak enak datang dengan tangan kosong ahaha kemudian kami pergi ke rumahnya.

Sesampainya di sana gue memberikan waktu untuk Eva bicara dengan S. Setelah mereka selesai berbincang, giliran gue. Awalnya gue belum siap ngobrol dengan dia, tapi gue harus bicara dan memperbaiki sebuah keadaan. Gue kangen ngobrol sama dia dan curhat hal gak penting sama dia. Gue kangen suasana dulu, dimana gue belum teribat dalam sebuah permasalahan yang luar biasa.
Di senin malam ini, gue mencoba menggunakan waktu sebaik mungkin untuk ngobrol sama dia. Ini sebuah kesempatan yang Tuhan berikan, sebuah rencana Tuhan yang tidak disangka. Gue mulai ngerti kenapa Tuhan membuat cuaca menjadi mendung karena agar gue gak jadi pergi dengan anak kecil itu dan Tuhan mau gue bertemu dengan seseorang.

Gue agak sedikit terharu waktu dia masih inget kalau gue gak mungkin tidur di bawah jam 12 malam, pas gue bilang ngantuk mau pulang. Dia juga masih inget kalau gue gak mungkin minum obat pas gue bilang kalau gue punya obat batuk banyak. Saat itu gue agak terlarut dalam nostalgia sih hahaha


Terimakasih Tuhan, rencana-Mu memang selalu indah dan berujung kebahagiaan. Terimakasih Tuhan, telah menunjukan padaku bahwa selalu ada jalan di setiap masalah.