Sabtu, 19 Oktober 2013

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 3)

March 13th 2013

Gue smsan sama Hero yang sedang nonton film.
“Nonton Trans ya?” tanya gue
“Iya ahaha hebat. Enak ya jadi lu punya kelebihan yang gak dimiliki banyak orang.”
“Enak ya jadi lu.”
“Kenapa?”
“Lu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.” Gue bilang ‘tidak dimiliki orang lain’ itu berarti hanya dimiliki olehnya, berbeda dengan ‘gak dimiliki banyak orang’.
“Emang apa kelebihany gue?”
“Coba aja diamati.”
“Gue gak bisa koreksi diri sendiri. Kasih tau aja apa kelebihan gue.”
“Kelebihan yang di mata gue itu gak dimiliki orang lain.”
“Entah lah, mungkin itu memang kelebihan gue. Karena yang menurut gue kelebihan yang lu miliki itu mengasyikan. Mungkin menurut lu kelebihan gue juga mengasyikan.”
“Iya ahaha hanya orang lain yang bisa menilai.”
Kemudian gue agak sedikit terkejut mendapat balasan dari dia. Tapi sebenarnya gue udah tau pertanyaan ini pasti akan gue dapat hanya saja gue gak tau kapan. Tapi ternyata tepat di tanggal 23 maret 2013 ini gue mendapatkan pertanyaan itu.
“Gue mau tanya sesuatu, tapi lu harus jawab jujur ya!” kata Hero.
“Umm, berasa gak enak gue.”
“Pasti udah tau ya, yaudah jawab aja.”
“Entah tau atau engga, gimana mau jawab kalau gue aja gak tau pertanyaannya.”
“Gimana gue mau nanya kalau lu gak jawab.”
“Iya gue jawab.”
“Sebenernya lu punya perasaan lebih gak sama gue?” Hero mengirim pesan ini 3 kali. Gue ragu untuk menjawab, gue belum siap dan tidak akan pernah siap. Tapi ujung-ujungnya pertanyaan ini pasti akan gue dapat.
“Gak seharusnya lu tanya ini ke gue, lu tanya aja sama bintang-bintang yang gue beri sebagai hadiah ulang tahun.”
“Ahaha gue tau lu gak mungkin jawab, kalau emang susah untuk dijawab jawab aja dalam hati.”
“Jawabannya ada di salah satu bintang.”
“Gak mungkin gue bongkar satu-satu kan? Sayang juga kalau susunan happy birthday nya rusak. Lai pula sebenernya gue udah tau jawabannya.”
“Sebenernya lu gak perlu bongkar satu-satu kalau lu baca cerpen gue yang pas itu. Dan gue udah tau kalau lu pasti akan bertanya seperti ini ke gue, itu sebabnya sebelum gue kasih lu bintang-bintang, gue udah bikin cerpen. Di cerpen itu ada petunjuk bintang mana yang harus lu cari unuk menemukan jawaban dari pertanyaan lu.”
“Semacam teka-teki ya? maaf ya gue gak baca cerpen itu, mungkin gue boleh baca cerpen itu sekarang?”
“Terlambat, gue kan udah kasih bintang-bintang nya. Maksud gue kenapa guue kasih cerpen duluan karena, kalau lu udah dapat bintang-bintang nya dan tiba-tiba terlintas di pikiran lu tentang pertanyaan itu, kalau lu masih ingat cerita di cerpen pasti lu akan cari bintang yang seperti di cerpen.”
“Maaf ya soal cerpennya. Tapi emang gak bisa ya kalau gue baca cerpennya sekarang?”
“Semua nya udah berantakan, gak mungkin disusun lagi. Cerpennya juga udah gak tau kemana.”
“Maaf ya gue ngancurin teka-teki nya.”
“Gak kok gak apaJ Udah lewat jadi gak usah dibahas.”
“Tapi sorry ya gara-gara gue jadi berantakan.”
“Enggak kok gak ada yang salah, emang udah jalannya begini.”

Kemudian gue mendengar sesuatu yang dibisikan oleh dia, dia bilang “Kenapa gue? kan masih banyak orang yang lebih baik dari gue.” lalu masih banyak bisikan yang gue terima tapi gue lupa apa aja. Ini sih yang seingat gue aja.

Gue akan kasih dia kesempatan untuk mengetahu bintang mana yang harus dia cari. Kalau dia buka blog gue dan membaca page yang ini, pasti lah dia mendapatkan bintang itu.
Pertama-tama bintang yang harus dicari ialah 8 bintang yang memiliki motif berbeda dari yang lainnya. Motif bintang ini adalah lope lope kecil berwarna merah dan jumlah nya ada 8. Setelah semuanya sudah ketemu, buka satu-satu, salah satu diantara 8 ada tulisannya.
Dalam toples terdapat banyak bintang yang bermotif lope lope berwarna merah. Tapi ada sesuatu yang membedakan yaitu lope lope dari motif bintang yang harus dicari, kecil-kecil dan hanya ada 8. Sedangkan yang lainnya bermotif lope lope besar.


Hero, kalau emang lu masih mau tau isi dari bintang itu, lu bongkar aja dan keluarin semua bintang-bintang yang ada di toples. Dan kalau lu takut susunan happy birthday nya rusak, gak apa kok gue bisa menyusun kembali. Oh iya makasih ya atas segalanya. Makasih atas pelajaran yang cuma gue dapat dari lu. Jujur ini kali pertama gue merasakan hal ini, dan yang pastinya lu orang pertama. Maaf ya atas segala kesalahan gue. Maaf gue gak bisa berhenti dengan prasaan gue ini. Maaf gue sering ngeribetin, bikin lu kesel. Maaf gue sering minta lu untuk menyelesaikan kartul dan pulang tepat waktu. I’m so sorry, really sorry. I didn’t mean to act like your mom, I always do those things just because I love you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar