March 13th 2013
Gue smsan sama Hero yang
sedang nonton film.
“Nonton Trans ya?” tanya
gue
“Iya ahaha hebat. Enak ya
jadi lu punya kelebihan yang gak dimiliki banyak orang.”
“Enak ya jadi lu.”
“Kenapa?”
“Lu memiliki kelebihan yang
tidak dimiliki orang lain.” Gue bilang ‘tidak dimiliki orang lain’ itu berarti
hanya dimiliki olehnya, berbeda dengan ‘gak dimiliki banyak orang’.
“Emang apa kelebihany
gue?”
“Coba aja diamati.”
“Gue gak bisa koreksi
diri sendiri. Kasih tau aja apa kelebihan gue.”
“Kelebihan yang di mata
gue itu gak dimiliki orang lain.”
“Entah lah, mungkin itu
memang kelebihan gue. Karena yang menurut gue kelebihan yang lu miliki itu mengasyikan.
Mungkin menurut lu kelebihan gue juga mengasyikan.”
“Iya ahaha hanya orang
lain yang bisa menilai.”
Kemudian gue agak sedikit
terkejut mendapat balasan dari dia. Tapi sebenarnya gue udah tau pertanyaan ini
pasti akan gue dapat hanya saja gue gak tau kapan. Tapi ternyata tepat di
tanggal 23 maret 2013 ini gue mendapatkan pertanyaan itu.
“Gue mau tanya sesuatu,
tapi lu harus jawab jujur ya!” kata Hero.
“Umm, berasa gak enak
gue.”
“Pasti udah tau ya,
yaudah jawab aja.”
“Entah tau atau engga,
gimana mau jawab kalau gue aja gak tau pertanyaannya.”
“Gimana gue mau nanya
kalau lu gak jawab.”
“Iya gue jawab.”
“Sebenernya lu punya
perasaan lebih gak sama gue?” Hero mengirim pesan ini 3 kali. Gue ragu untuk
menjawab, gue belum siap dan tidak akan pernah siap. Tapi ujung-ujungnya
pertanyaan ini pasti akan gue dapat.
“Gak seharusnya lu tanya
ini ke gue, lu tanya aja sama bintang-bintang yang gue beri sebagai hadiah
ulang tahun.”
“Ahaha gue tau lu gak
mungkin jawab, kalau emang susah untuk dijawab jawab aja dalam hati.”
“Jawabannya ada di salah
satu bintang.”
“Gak mungkin gue bongkar
satu-satu kan? Sayang juga kalau susunan happy birthday nya rusak. Lai pula
sebenernya gue udah tau jawabannya.”
“Sebenernya lu gak perlu
bongkar satu-satu kalau lu baca cerpen gue yang pas itu. Dan gue udah tau kalau
lu pasti akan bertanya seperti ini ke gue, itu sebabnya sebelum gue kasih lu
bintang-bintang, gue udah bikin cerpen. Di cerpen itu ada petunjuk bintang mana
yang harus lu cari unuk menemukan jawaban dari pertanyaan lu.”
“Semacam teka-teki ya?
maaf ya gue gak baca cerpen itu, mungkin gue boleh baca cerpen itu sekarang?”
“Terlambat, gue kan udah
kasih bintang-bintang nya. Maksud gue kenapa guue kasih cerpen duluan karena,
kalau lu udah dapat bintang-bintang nya dan tiba-tiba terlintas di pikiran lu
tentang pertanyaan itu, kalau lu masih ingat cerita di cerpen pasti lu akan
cari bintang yang seperti di cerpen.”
“Maaf ya soal cerpennya.
Tapi emang gak bisa ya kalau gue baca cerpennya sekarang?”
“Semua nya udah
berantakan, gak mungkin disusun lagi. Cerpennya juga udah gak tau kemana.”
“Maaf ya gue ngancurin
teka-teki nya.”
“Gak kok gak apaJ Udah lewat jadi gak usah dibahas.”
“Tapi sorry ya gara-gara
gue jadi berantakan.”
“Enggak kok gak ada yang
salah, emang udah jalannya begini.”
Kemudian gue mendengar
sesuatu yang dibisikan oleh dia, dia bilang “Kenapa gue? kan masih banyak orang
yang lebih baik dari gue.” lalu masih banyak bisikan yang gue terima tapi gue
lupa apa aja. Ini sih yang seingat gue aja.
Gue akan kasih dia
kesempatan untuk mengetahu bintang mana yang harus dia cari. Kalau dia buka
blog gue dan membaca page yang ini, pasti lah dia mendapatkan bintang itu.
Pertama-tama bintang yang
harus dicari ialah 8 bintang yang memiliki motif berbeda dari yang lainnya. Motif
bintang ini adalah lope lope kecil berwarna merah dan jumlah nya ada 8. Setelah
semuanya sudah ketemu, buka satu-satu, salah satu diantara 8 ada tulisannya.
Dalam toples terdapat
banyak bintang yang bermotif lope lope berwarna merah. Tapi ada sesuatu yang
membedakan yaitu lope lope dari motif bintang yang harus dicari, kecil-kecil
dan hanya ada 8. Sedangkan yang lainnya bermotif lope lope besar.
Hero, kalau emang lu masih
mau tau isi dari bintang itu, lu bongkar aja dan keluarin semua bintang-bintang
yang ada di toples. Dan kalau lu takut susunan happy birthday nya rusak, gak
apa kok gue bisa menyusun kembali. Oh iya makasih ya atas segalanya. Makasih
atas pelajaran yang cuma gue dapat dari lu. Jujur ini kali pertama gue
merasakan hal ini, dan yang pastinya lu orang pertama. Maaf ya atas segala
kesalahan gue. Maaf gue gak bisa berhenti dengan prasaan gue ini. Maaf gue
sering ngeribetin, bikin lu kesel. Maaf gue sering minta lu untuk menyelesaikan
kartul dan pulang tepat waktu. I’m so sorry, really sorry. I didn’t mean to act
like your mom, I always do those things just because I love you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar