Selasa, 15 Oktober 2013

UNPREDICTABLE

Senin, 07 Oktober 2013

Di tanggal ini gue mau menceritakan tentang sebuah kejutan dari Tuhan yang gak disangka. Senin malam yang benar-benar bermakna dan menakjubkan. Bukan isi dari cerita gue yang bermakna dan menakjubkan, tapi rencana Tuhan. Rencana yang dipersiapkan dengan sempurna dan tidak membuat kecewa. Karena memang, rencana Tuhan itu selalu indah.

Berawal dari rasa kecewa gue yang tadinya mau pergi bersama anak kecil (4 tahun) ke sebuah tempat mewarnai tetapi batal karena cuaca. Dan jika kami jadi pergi pasti kami ditemani kakaknya, yaitu teman gue. Awalnya gue ragu untuk pergi ke tempat mewarnai itu karena gue pernah bilang kalau gue gak mau ajak cowok lain ke tempat mewarnai itu, sebelum gue ajak orang yang gue suka. Temen gue itu cowok, jadi ragu deh untuk pergi ke sana. Tapi karena Tuhan tau gue pernah bilang seperti itu dan bahkan gue pernah berharap bisa ajak orang yang gue suka kesana dan melukis di depan dia, jadi Tuhan batalkan hari ini. Awalnya kecewa, tapi setelah dipikir-pikir mungkin Tuhan ingin menyadarkan gue kalau gue harus konsisten.

Tiba-tiba saja sekitar jam 5 sore gue mau ketemu sama teman gue, sebut aja dia Eva. Gue jemput dia jam 6 kurang di depan Bubur Singapore. Terus karena kami gak ada tujuan, jadi kami ke restaurant yang 24 jam. Kami menghabiskan waktu dengan minum coffee, makan makanan ringan sambil mengobrol. Dalam obrolan kami, kami banyak membicarakan tentang masalah yang kami miliki. Gue nyaman sama Eva, bahkan gue merasa seperti memiliki ikatan batin dengan Eva. Kami gak pernah janjian pakai baju apa apa dan apa, tapi setiap kali kami janjian bertemu pakaian kami selalu sama. Entah itu piama, pakaian panjang, celana panjang dan sebagainya. Dan bukan hanya soal pakaian saja, tapi perasaan kami, hewan yang kami suka, dan banyak lagi.
Sekitar jam setengah sembilan malam,
“Gue mau ke rumah S nih!” kata Eva (S ini hanya sebagai sebutan saja. Dia cowok.)
“Tapi gak enak udah jam segini. Umm, coba aja lu text dia dulu.”
Karena baterai dia low dan kami perlu text dia, gue pun meminjamkan ponsel gue. Tapi dengan catatan Eva menggunakan akun dia. Karena gue gak mau berkomunikasi dengan S. Bukannya gak mau sih, tapi ada sesuatu yang membuat gue harus jauhin S dan bersikap seperti gak kenal. Well, setelah kami tau dia ada di rumah kami pun membeli makanan dan minuman karena kami berpikir tidak enak datang dengan tangan kosong ahaha kemudian kami pergi ke rumahnya.

Sesampainya di sana gue memberikan waktu untuk Eva bicara dengan S. Setelah mereka selesai berbincang, giliran gue. Awalnya gue belum siap ngobrol dengan dia, tapi gue harus bicara dan memperbaiki sebuah keadaan. Gue kangen ngobrol sama dia dan curhat hal gak penting sama dia. Gue kangen suasana dulu, dimana gue belum teribat dalam sebuah permasalahan yang luar biasa.
Di senin malam ini, gue mencoba menggunakan waktu sebaik mungkin untuk ngobrol sama dia. Ini sebuah kesempatan yang Tuhan berikan, sebuah rencana Tuhan yang tidak disangka. Gue mulai ngerti kenapa Tuhan membuat cuaca menjadi mendung karena agar gue gak jadi pergi dengan anak kecil itu dan Tuhan mau gue bertemu dengan seseorang.

Gue agak sedikit terharu waktu dia masih inget kalau gue gak mungkin tidur di bawah jam 12 malam, pas gue bilang ngantuk mau pulang. Dia juga masih inget kalau gue gak mungkin minum obat pas gue bilang kalau gue punya obat batuk banyak. Saat itu gue agak terlarut dalam nostalgia sih hahaha


Terimakasih Tuhan, rencana-Mu memang selalu indah dan berujung kebahagiaan. Terimakasih Tuhan, telah menunjukan padaku bahwa selalu ada jalan di setiap masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar