Senin, 07 Oktober 2013
Di tanggal ini gue mau menceritakan tentang sebuah kejutan
dari Tuhan yang gak disangka. Senin malam yang benar-benar bermakna dan
menakjubkan. Bukan isi dari cerita gue yang bermakna dan menakjubkan, tapi
rencana Tuhan. Rencana yang dipersiapkan dengan sempurna dan tidak membuat
kecewa. Karena memang, rencana Tuhan itu selalu indah.
Berawal dari rasa kecewa gue yang tadinya mau pergi bersama anak kecil (4 tahun) ke sebuah tempat mewarnai tetapi batal karena cuaca. Dan jika
kami jadi pergi pasti kami ditemani kakaknya, yaitu teman gue. Awalnya
gue ragu untuk pergi ke tempat mewarnai itu karena gue pernah bilang kalau gue
gak mau ajak cowok lain ke tempat mewarnai itu, sebelum gue ajak orang yang gue
suka. Temen gue itu cowok, jadi ragu deh untuk pergi ke sana. Tapi karena Tuhan
tau gue pernah bilang seperti itu dan bahkan gue pernah berharap bisa ajak
orang yang gue suka kesana dan melukis di depan dia, jadi Tuhan batalkan hari
ini. Awalnya kecewa, tapi setelah dipikir-pikir mungkin Tuhan
ingin menyadarkan gue kalau gue harus konsisten.
Tiba-tiba saja sekitar jam 5 sore gue mau ketemu sama teman
gue, sebut aja dia Eva. Gue jemput dia jam 6 kurang di depan Bubur Singapore.
Terus karena kami gak ada tujuan, jadi kami ke restaurant yang 24 jam. Kami
menghabiskan waktu dengan minum coffee, makan makanan ringan sambil mengobrol. Dalam obrolan
kami, kami banyak membicarakan tentang masalah yang kami miliki. Gue nyaman
sama Eva, bahkan gue merasa seperti memiliki ikatan batin dengan Eva. Kami gak
pernah janjian pakai baju apa apa dan apa, tapi setiap kali kami janjian
bertemu pakaian kami selalu sama. Entah itu piama, pakaian panjang, celana
panjang dan sebagainya. Dan bukan hanya soal pakaian saja, tapi perasaan kami,
hewan yang kami suka, dan banyak lagi.
Sekitar jam setengah sembilan malam,
“Gue mau ke rumah S nih!” kata Eva (S ini hanya sebagai
sebutan saja. Dia cowok.)
“Tapi gak enak udah jam segini. Umm, coba aja lu text dia
dulu.”
Karena baterai dia low dan kami perlu text dia, gue pun
meminjamkan ponsel gue. Tapi dengan catatan Eva menggunakan akun dia. Karena
gue gak mau berkomunikasi dengan S. Bukannya gak mau sih, tapi ada sesuatu yang
membuat gue harus jauhin S dan bersikap seperti gak kenal. Well, setelah kami
tau dia ada di rumah kami pun membeli makanan dan minuman karena kami berpikir
tidak enak datang dengan tangan kosong ahaha kemudian kami pergi ke rumahnya.
Sesampainya di sana gue memberikan waktu untuk Eva bicara
dengan S. Setelah mereka selesai berbincang, giliran gue. Awalnya gue belum
siap ngobrol dengan dia, tapi gue harus bicara dan memperbaiki sebuah keadaan.
Gue kangen ngobrol sama dia dan curhat hal gak penting sama dia. Gue kangen
suasana dulu, dimana gue belum teribat dalam sebuah permasalahan yang luar
biasa.
Di senin malam ini, gue mencoba menggunakan waktu sebaik
mungkin untuk ngobrol sama dia. Ini sebuah kesempatan yang Tuhan berikan,
sebuah rencana Tuhan yang tidak disangka. Gue mulai ngerti kenapa Tuhan membuat
cuaca menjadi mendung karena agar gue gak jadi pergi dengan anak kecil itu dan Tuhan
mau gue bertemu dengan seseorang.
Gue agak sedikit terharu waktu dia masih inget kalau gue gak
mungkin tidur di bawah jam 12 malam, pas gue bilang ngantuk mau pulang. Dia juga masih inget kalau gue gak mungkin
minum obat pas gue bilang kalau gue punya obat batuk banyak. Saat itu gue agak terlarut dalam nostalgia sih hahaha
Terimakasih
Tuhan, rencana-Mu memang selalu indah dan berujung kebahagiaan. Terimakasih
Tuhan, telah menunjukan padaku bahwa selalu ada jalan di setiap masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar