Selasa, 15 Oktober 2013

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 1)

Dalam page ini gue mau menceritakan kisah nyata gue tentang perasaan gue saat merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Banyak yang bilang gue terlambat jatuh cinta karena di usia gue yang ke 14 gue baru merasakan itu hahaha sedangkan temen-temen gue ada yang dari SD udah merasakan fall in love dan bahkan TK udah merasakannya. Tapi gue gak masalah dengan keterlambatan yang temen-temen gue katakan ini.

Pertama kali ketemu dia itu pada tanggal 18 juli 2011, hari pertama MOS. Pada saat itu gue datang terlambat, dan dia lagi berdiri di depan F.O bersama dengan temannya. Pertama kali melihat dia, gue langsung mengamati dari bawah hingga atas dan menganalisa sifat-sifat jelek yang dia miliki. Dalam hati gue berkata “he is so different”. MOS berlangsung selama lima hari, dan selama lima hari itulah gue harus tahu nama dia.

And then the next day...
Saat PBB dibentuk kelompok. Satu kelompok ada sekitar 12 orang dan itu digabung dengan jurusan-jurusan lain, bukan hanya satu jurusan. Saat PBB dimulai entah kenapa tiba-tiba gue melamun dan gak mendengarkan intruksi dari senior. Dan akhirnya gue dipanggil ke depan.
“Gimana nih, mau dikasih hukuman apa?” tanya senior.
Gue terdiam tertunduk tidak sabar mendengar jawaban dari mereka. Namun hanya kesunyian yang menyelimuti suasana saat itu. senior meminta mereka untuk cepat memutuskannya. Tidak lama kemudian ada suara cowok yang memecahkan keheningan.
“Hukumannya ampunin aja kak.” dan gue gak percaya dengan apa yang gue dengar.
“Gak bisa gitu dong! Mana ada hukuman ampunan.” Seru senior. “Ayo hukumannya apa nih?”
“Yaudah satu dihukum, semua dihukum.” Lagi-lagi suara cowok itu yang terdengar.
“Kan yang salah cuma satu!”
“Yaudah hukumannya ampunin aja.” Untuk terakhir kalinya ia menjawab. Dan karena gue penasaran siapa yang berani berbicara itu, gue pun mengangkat kepala dan menoleh kesumber suara tersebut. Belum sempat gue berekspresi saat melihat cowok itu, senior sudah menyuruh gue kembali kedalam barisan. Hahaha seandainya senior memberi gue kesempatan untuk berekspresi dulu, mungkin gue akan menunjukan wajah freak gue. Well berkat cowok itu, gue gak mendapat hukuman.

Hari terakhir MOS...
Kami menjalankan hari terakhir MOS di TMII. Sesampainya di sana, kami melakukan sebuah permainan yaitu mengisi air kedalam balon kemudian balon itu ditiup. Saat permainan itu, gue bertugas meniup balon dan 2 teman gue mengisi air. Kelompok PBB gue yang lainnya duduk menunggu giliran. Dan cowok yang pada saat itu menjadi hero, duduk tepat di depan gue sambil melihat kami bermain. Rasanya mau bilang makasih ke dia karena saat itu udah menjadi hero gue tapi gue malu. hahaha

Setelah selesai MOS kami resmi menjadi murid di sekolah tersebut. sekitar 7 hari atau lebih setelah MOS, gue berkomunikasi dengan cowok yang pas hari pertama MOS gue lihat di F.O. He is a nice guy! Dan gue yakin, gue jatuh cinta sama dia. ahaha sedikit malu untuk mengakui perasaan ini pada diri sendiri, karena ini kali pertama gue merasa jatuh cinta. Ssttt... don’t ever tell to anyone about my feeling guys ;) hmm, gue memberikan nama panggilan buat dia, yaitu ‘zombie’. Karena dia putih sekali, bahkan dia orang yang paling putih di sekolah. Hingga banyak yang suka pada dia. But I really like to know that many girls over him hahaha gue gak heran kok, dia memang ganteng haha dan wajar jika banyak yang suka.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Gue dan cowo yang gue panggi zombie ini menjadi teman. Dia perhatian sama gue sebagai teman, dan gue tau itu. Bahkan jika dia sekarang masih ingat, dia pernah bilang bahwa dia akan menjaga gue karena gue adalah teman yang baik. Tapi pada kenyataannya dia gak melakukan itu dan gue rasa dia sudah lupa dengan apa yang dia katakan. Kedekatan kami ini tidak membuat gue berpikir bahwa gue bisa pacaran dengan dia. Karena gue punya prinsip untuk tidak pacaran dulu sebelum lulus haha tapi dalam hati yang terdalam pastilah ada harapan bisa bersama dia.

Ada satu hari yang gak akan pernah gue lupa, yaitu pas gue tidak diperbolehkan ikut pelajaran Matematika karena gue gak bawa buku paket. Padahal bukannya gue gak bawa, tapi buku paket gue dipinjam dan belum dikembalikan. Tapi yasudah, memang nasib harus keluar dari kelas pas pelajaran itu. Nah, waktu gue duduk di bangku yang ada di koridor, hero lewat bersama temannya. Dia menghampiri gue yang sedang menggambar gak jelas, kemudian dia memainkan pensil gue. Bisa dikatakan dia bermaksud iseng.
“Kok di luar? Pelajaran apa?” tanya dia.
“Gak bawa buku paket.”
“Pasti pelajaran Math ya? Makanya dibawa dong bukunya jangan sampai ketinggalan.” Dalam hati gue berkata kalau dia bawel haha
“Iya, lain kali bawa.”

Pada suatu ketika gue juga pernah berpas-pasan dengan dia yang sedang bersama temannya, dan gue bersama seseorang yang juga menyukai dia. Dia memanggil nama gue dan memegang bahu gue, ia menunjukan sikap akrabnya. Tapi karena gue tahu teman gue suka dengan dia, gue menjauh dan berkata sesuatu yang seharusnya gak gue katakan “Apaan sih pegang-pegang.” Seandainya waktu bisa diputar, gue akan pilih kosa kata yang lebih bagus dari pada itu. Untungnya dia bersikap biasa-biasa saja. Setelah gue dan teman gue menjauh dari mereka, teman gue bertanya
“Kamu kenal dia?” kami masih pakai aku kamu haha soalnya baru-baru jadi temen ahaha
“Iya.”
“Oh, aku kira dia SKSD sama kamu. Aku kira kalian gak saling kenal.”
Karena bingung mau jawab apa, gue cuma diam.

Bulan berganti tahun, gue udah kelas dua. Perpindahan dari bulan ke bulan bukanlah hal yang mudah untuk dijalankan buat gue, karena gue merasa ada yang berubah pada dia. Kami udah gak sedekat dulu, dia udah mulai gak perhatian. But I didn’t mean that I want it! Gue cuma merasa banyak yang berubah aja, gue gak mempermasalahkan dia perhatian atau gak. Karena buat gue, say ‘hi’ aja udah cukup. Selain itu, dia juga udah gak pernah nyapa gue lagi. Dulu dia sering nyapa gue di manapun itu! Pas ketemu cuma kaya orang gak kenal. Bahkan sepertinya gue gak terlihat di mata dia. Dan yang gak habis pikir ialah kami sempat tidak komunikasi beberapa bulan karena dia ganti BB. Pas seminggu setelah ganti BB dia bilang ke gue untuk download whatsapp. Dan setelah 3 bulan sejak hari itu, gue download whatsapp untuk komunikasi dengan dia karena jujur gue kangen ngobrol sama dia. Pas gue udah download whatsapp, whatsapp dia off terus. Sampai gue bilang “waktu itu minta gue buat download whatsapp, tapi sekarang pas udah download, whatsapp lu off”. Dan akhirnya gue jarang komunikasi dengan dia.

Pada satu kesempatan dimana gue bisa komunikasi sama dia, gue membahas sesuatu yang dari dulu ingin gue sampaikan. Gue bilang makasih sama dia karena pas PBB dia udah jadi hero gue. My zombie is my hero. Dia adalah orang yang pertama kali gue lihat di F.O. Dia juga yang menjadi hero pas PBB.
“Lu inget gak pas PBB lu mengatakan sesuatu yang membuat gue gak mendapatkan hukuman?” tanya gue.
“Yang mana ya? lupa.” jawaban dia bikin gue sedikit kecewa. Itu adalah hari yang gak mungkin terlupa oleh gue, tapi justru hari itu adalah hari yang mudah terlupakan oleh nya.
“Pas itu gue disuruh maju kedepan karena melamun dan akhirnya gak dengar intruksi dia terus gue disuruh maju dan dia nanya sama kalian mau dikasih hukuman apa. Dan lu satu-satunya orang yang memberi hukuman ke gue.”
“Oh iya gue inget. Yang gue bilang kalau satu dihukum, semua dihukum itu ya? ohh itu lu toh. Makanya jangan ngelamun, dipanggil deh jadinya.”
“Hahah iya. Makasih ya, you are my hero.”
“wkwkwk iya udah haha”

Desember...
Sepertinya dia udah tau tentang perasaan gue. Di kelas dua ini gue mulai merasa dia tau tentang perasaan gue karena teman-teman sekelas gue udah pada tau rahasia yang gue simpan selama setahun. Dan mungkin rahasia itu tersebar hingga terdengar ke telinga hero.
Ini hari pas hero jual barang-barang untuk acara natal di sekolah. Dia jadi panitia natal. Dan pas dia masuk ke kelas sambil bilang “Ada yang mau beli gak?”. Temen-temen gue pada bilang “Nih Citra katanya mau beli!” DAMN!! Gue malu banget pas itu, karena gue udah gak sedekat dulu. Jadi pas dekat dia gue ngerasa canggung. Jujur pas dia menghampiri sambil menunjukan apa yang dia bawa, gue merasa kaki gue lemas, perut gue keroncongan dan berasa beku. Gue pun membalikan badan sambil pura-pura cari sesuatu didalam tas.
“Citra jadi beli gak?” tanya hero.
“Engga kok, gak beli.” Jawab gue, tapi dengan tidak melihat kearah dia. gue masih sibuk mencari-cari benda yang tidak gue cari. Suara gue juga terdengar gemetar mungkin jika dia benar-benar mengamati, karena gue malu hahaha
Karena gue gak beli dia pun keluar dari kelas gue. Saat dia udah gak terlihat gue ngomel-ngomel ke temen-temen gue yang menyebalkan itu. Seandainya mereka gak bilang begitu, gue pasti gak akan terlihat aneh di depan hero.
Itu bukan pertama kalinya gue terlihat aneh di depan dia, tapi sering! Apalagi temen-temen dia kalau ketemu gue selalu bilang “Nih, someone who changes ***(I can’t give you know about his name).” Temen-temen nya bikin gue gak nyaman kalau kemana-mana, karena setiap kali berpas-pasan dengan mereka  pasti mereka bilang begitu. Di depan guru-guru pun mereka seperti itu, bahkan langsung kasih tau ke guru-guru. Contoh pas istirahat, gue lewat depan kelas dia dan pas itu ada guru juga. Terus mereka langsung bilang ke guru kalau blablabla dan itu terulang berkali-kali.
Actually I know that someone who changes him really isn’t me. I know that not because he tell to me, but..... hafft I can’t tell it.

Lalu ada lagi hari yang benar-benar menyebalkan tapi lucu. Yaitu pas gue pulang bareng sama dia dan ini bulan September kalau tidak salah tanggal 28. Teman-teman dia ribet sekali, mereka ada 5 orang. Jadi pas itu gue menuju ke lantai 3. Sedangkan gue bertemu hero di lantai 2.
“Pulang sekarang?” tanya hero.
“Tunggu, gue ke lantai 3 dulu.”
Kemudian salah satu dari ke 5 temannya itu bertanya “Mana Citra yang mau pulang bareng lu?” ya Tuhan berasa buronan gue.
Setelah selesai dengan urusan di lantai 3 gue turun menghampiri hero. Selama perjalanan dari lantai dua hingga parkiran, kami diikuti teman-teman nya. Lebih tepatnya mereka mengawal hero. Saat sampai di parkiran mereka mengecek tas gue apakah gue membawa barang tajam atau tidak ahahaha lalu salah satu dari mereka berkata “Eh udah bego! Lu bikin Citra gak nyaman aja.” Kemudian mereka pun berhenti memperlakukan gue seperti penjahat yang akan menyakiti hero.
“Gue ambil motor dulu ya, lu di sini aja.” Kata hero.
Selama menunggu hero, teman-temannya bercerita tentang dia.
“Lu seharusnya merasa special karena lu cewe ke 5 yang digoncengin dia. Eh 5 atau 4 sih?” kata (sebut saja dia light), kemudian bertanya pada (sebut dia shine).
“Tunggu.. Pertama nyokapnya, kedua cece dia, ketiiga cece gua. Dan kayanya udah cuma itu, terus elu. Gue bilangin yah, dia itu jarang banget mau goncengin cewe.” Kata shine.
“Iya! Ga ada sejarahnya dia goncengin cewe selain nyokap sama cecenya. Selama kita temenan sama dia ya cuma lu.” Lanjut light.
“Kok lu bisa sih pulang bareng dia?” tanya shine.
“Gak apa.” Jawab gue singkat karena terlalu canggung sama mereka.
“Nanti kasih tau gue ya, lu digoncengin dia ngebut atau engga. Soalnya dia gak ngebut cuma pas bawa nyokap sama cece nya. Cece si *shine* aja dibawa ngebut.”
Dalam hati gue berkata “Cowo tapi bawel.”
Kemudian hero datang bersama motornya ahaha kami pun pergi. Selama perjalanan gue ngobrolin tentang Halloween Party. Dan dia juga gak ngebut bawa motornya. And then about what they said, I really don’t care! Karena gue gak percaya sama mereka. Orang yang udah lama gue kenal aja belum tentu gue percaya.

Bulan demi bulan berlalu....
Februari, adalah hari dimana dia ulang tahun. Gue menyiapkan sesuatu untuk diberikan. Do you wanna know what the thing that I gave to him? I'll tell it. But I have to go now. I’ll continue my story as soon as possible.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar