Feb 26th 2013
Di ulang tahun Hero ini
gue memberikan sesuatu yang gue buat sendiri yaitu bintang-bintang kecil yang
di jadikan satu kedalam toples. Gue membuat 1300an bintang atau berapa gitu,
gue lupa. Gue membuat bintang-bingtang hingga memenuhi toples saja, targetkan gue
sih jangan sampai di bawah seribu. Waktu membuat bintang, ada aja cobaan nya.
Yang kertas bintangnya habis lah di beberapa toko karena udah gue beli semua,
sekalinya ada kertas bintangnya gak sesuai seperti yang gue inginkan. Terus
bintang-bintang di toples sering diambil-ambilin sama anak-anak kecil yang main
ke rumah. Setiap harinya pasti ada anak-anak kecil yang main kerumah. Kadang
temannya Al, kadang saudara gue dan kadang temannya saudara gue. Tapi gue
ikhlas kasih mereka bintang. Lebih tepatnya sih bukan ikhlas memberi tapi
ikhlas dimintai ahaha Semakin hari bintang-bintnag itu malah semakin berkurang.
Gue pun memutuskan untuk membeli toples yang lebih besar karena tidak muat jika
menempatkan seribu bintang kedalam toples berwarna putih itu.
Dalam pencarian toples,
gue bener-bener sampai stress ahaha karena sulit banget menemukan toples yang
sesuai dengan yang gue inginkan. Tapi suara-suara di kepala gue membuat gue
semangat untuk mencari “Don’t you dare give up!”. Awalnya gue mencari ke tempat
yang akhiran namanya ‘kado’. Bunga Kado, Dunia Kado dan blablabla. Tapi
ternyata tidak ada yang sesuai. Kebanyakan kecil-kecil toplesnya. Gue pun
melanjutkan pencarian ke Mall dan mengunjungi setiap toko-toko yang menjual
pernak-pernik, karena gue mencri toples bintang bukan toples untuk diisi snack.
Setelah lelah memasuki semua toko, gue sedikit give up karena gak
ketemu-ketemu. Tapi gue tetep mencari ke mall lainnya. Sudah 3 mall gue masuki
tapi tetap tidak ada. Minggu depannya gue mencari sampai dapat dan akhirnya
dapat juga ahaha
Setelah selesai memenuhi
toples dengan bintang-bintang, gue mengambil 8 bintang yang memang beda dari yang
lain. Kemudian salah satu dari 8 bintang tersebut gue tuliskan sesuatu di dalamnya.
Kemudian gue campur 8 bintang tersebut dengan yang lain. Setelah dicampur, gue
membuat kata-kata dibintang-bintang yang bertuliskan happy birthday 17th
beserta nama dia, kemudian gue susun didalam toples. Sulit sekali tapi gak
makan waktu lama kok untuk menyusun hahaha
Waktu dia ulang tahun,
gue lagi widya wisata di Bali dan dia juga lagi widya wisata di Yogya. Malam
saat dia ulang tahun gue agak sedikit khawatir karena dia mau diceburin sama
temen-temen nya kekolam dan kata salah satu temennya bilang kalau diceburin
sampai 30 menit kalau tidak salah. Tapi gue yakin mereka gak sejahat itu ahaha
lagi pula Hero pasti memberontak. Setelah hampir tengah malam, gue sms dia
ngucapin selamat ulang tahun dan bserta doa-doa ahaha gue juga bilang sama dia
kalau gue mau jadi orang yang terakhir ngucapin.
Travel dan perhotelan
melanjutkan widya wisata ke Yogya, kami bertemu dengan multimedia. Hero adalah
murid multimedia. Waktu semua jurusan istirahat di sebuah restaurant, gue
menitipkan sesuatu ke teman gue buat Hero. Memang cuma gantungan sih tapi quote
nya bagus “Today I’m running after money but tomorrow money will run after me”.
Setelah sampai di dia, dia bilang kenapa gue gak kasih langsung aja ahaha gak
mungkin kan gue bilang ‘malu gue, gue kan suka sama lu’ ahaha yakali gue bilang
begitu. Sebenernya gue gak mau bohong sama dia tapi gue gak mungkin juga bilang
yang sebenarnya. Akhirnya gue bilang “Soalnya gue gak ketemu lu.” Padahal sih
dia tau kalau kami sempat bertemu tapi mungkin dia memaklumi jadi dia tidak
tanya macam-macam.
Gue gak cuma kasih kedia
sih gantungan itu, karena gue punya tiga dan kebetulan di Joger tinggal tiga
jadi gue beli semua. Yang satu buat gue, satu buat dia dan yang satunya lagi
buat orang yang gue anggap kakak gue. Karena dia selalu jadi tempat curhat gue
ahaha dia itu teman dekatnya Hero.
Sepulang dari widya wisata,
kegiatan kbm tetap berlangsung dan banyak yang tidak masuk saat itu. Tapi gue
tetep masuk. Sepulang sekolah gue memberikan setoples bintang-bintang itu ke
Hero. Gue malu banget pas kasih itu. Gue nungguin dia, kemudian dia keluar
bersama 2 temannya. Karena gue gak bungkus itu toples, jadi gue bilang langsung
masukin ke dalam tas aja ahaha terus dia meminta seorang temannya untuk
membukakan tas dia.
“Tolong bukain tas nya dong”
kata Hero, terus gue memninta Hero untuk gak melihat kebelakang, dan meminta
dia untuk membukannya di rumah.
Waktu gue masukin kedalam
tas dia, temannya bilang
“Sumpah lu cit rajin
banget!”
“Tapi dia gak suka kok
sama ‘itu’ pas iu dia pernah bilang”
“Tapi sumpah cit itu
banyak loh! Gue liatnya aja suka. Itu lu bikin berapa lama?” tanya temannya
tapi gue gak jawab “Bagus tau kadonya!” kata temannya ke Hero.
“Kok berat banget? Apaan ini?
Benda hidup ya?” tanya Hero. Dalam hati gue bilang ‘mana ada benda hidup’
hahaha
“Mati kok, sumpah keren!”
jawab temannya.
“Oh ok deh, makasih ya.”
kata Hero.
Setelah itu gue langsung
pulang duluan. Pas diparkiran gue masih dag dig dug ahaha
Tentang gantungan...
Sampai saat ini gantungan
itu masih ada di tas gue yang sering gue pakai ke sekolah. Dan masih ada di tas
seseorang yang gue anggap kakak. Tapi gue gak lihat gantungan itu ada di tas
Hero sejak dia ganti tas. Gue sempat nanya sama seseorang yang gue anggap kakak
itu, tentang gantungan yang gue berikan ke Hero dan dia bilang katanya
gantungannya ada di tas yang sering di bawa Hero buat main.
Waktu itu pernah pas
pulang sekolah gue kan pulang bareng Hero, disamping kami ada temen Hero. Dia
itu orang yang bukain tas nya Hero pas waktu gue kasih toples bintang. Nah pas
dijalan, gue nunjuk tas Hero sambil nanya tapi gak bersuara takut kedengeran
Hero yang lagi bawa motor, sebenarnya temannya juga lagi bawa motor. Panggil
aja teman dia itu ‘sea’
“Sea gantungan yang gue
kasih itu hilang ya?” tanya gue, tapi Sea Cuma bilang ‘Apa? Ga ngerti’ dengan
tidak bersuara juga. Hero memerhatikan Sea terus dia nanya
“Kenapa?”
Dan gue jawab “Ah engga
kenapa-napa.”
Perasaan gue pas pertama
kali di gonceng dia itu deg-degan dan gak tau mau ngobrolin apa tapi setelah
lumayan berkali-kali di gonceng dia, gue mulai memberanikan diri untuk memulai
sebuah pembicaraan. Meskipun sesekali sering terhenti karena kehabisan topik
tapi gue selalu berusaha untuk mencari topik ahaha. Yang gue herankan,
sekalipun gue udah berkali-kali digonceng dia, tetap aja rasa dag dig dug gak
hilang-hilang.
Gue mau lanjut ke cerita
pada tanggal 13 Maret 2013, tapi sepertinya dilanjut ke page berikutnya aja ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar