Jumat, 18 Oktober 2013

FALL IN LOVE FOR THE FIRST TIME (part 2)

Feb 26th 2013

Di ulang tahun Hero ini gue memberikan sesuatu yang gue buat sendiri yaitu bintang-bintang kecil yang di jadikan satu kedalam toples. Gue membuat 1300an bintang atau berapa gitu, gue lupa. Gue membuat bintang-bingtang hingga memenuhi toples saja, targetkan gue sih jangan sampai di bawah seribu. Waktu membuat bintang, ada aja cobaan nya. Yang kertas bintangnya habis lah di beberapa toko karena udah gue beli semua, sekalinya ada kertas bintangnya gak sesuai seperti yang gue inginkan. Terus bintang-bintang di toples sering diambil-ambilin sama anak-anak kecil yang main ke rumah. Setiap harinya pasti ada anak-anak kecil yang main kerumah. Kadang temannya Al, kadang saudara gue dan kadang temannya saudara gue. Tapi gue ikhlas kasih mereka bintang. Lebih tepatnya sih bukan ikhlas memberi tapi ikhlas dimintai ahaha Semakin hari bintang-bintnag itu malah semakin berkurang. Gue pun memutuskan untuk membeli toples yang lebih besar karena tidak muat jika menempatkan seribu bintang kedalam toples berwarna putih itu.

Dalam pencarian toples, gue bener-bener sampai stress ahaha karena sulit banget menemukan toples yang sesuai dengan yang gue inginkan. Tapi suara-suara di kepala gue membuat gue semangat untuk mencari “Don’t you dare give up!”. Awalnya gue mencari ke tempat yang akhiran namanya ‘kado’. Bunga Kado, Dunia Kado dan blablabla. Tapi ternyata tidak ada yang sesuai. Kebanyakan kecil-kecil toplesnya. Gue pun melanjutkan pencarian ke Mall dan mengunjungi setiap toko-toko yang menjual pernak-pernik, karena gue mencri toples bintang bukan toples untuk diisi snack. Setelah lelah memasuki semua toko, gue sedikit give up karena gak ketemu-ketemu. Tapi gue tetep mencari ke mall lainnya. Sudah 3 mall gue masuki tapi tetap tidak ada. Minggu depannya gue mencari sampai dapat dan akhirnya dapat juga ahaha

Setelah selesai memenuhi toples dengan bintang-bintang, gue mengambil 8 bintang yang memang beda dari yang lain. Kemudian salah satu dari 8 bintang tersebut gue tuliskan sesuatu di dalamnya. Kemudian gue campur 8 bintang tersebut dengan yang lain. Setelah dicampur, gue membuat kata-kata dibintang-bintang yang bertuliskan happy birthday 17th beserta nama dia, kemudian gue susun didalam toples. Sulit sekali tapi gak makan waktu lama kok untuk menyusun hahaha

Waktu dia ulang tahun, gue lagi widya wisata di Bali dan dia juga lagi widya wisata di Yogya. Malam saat dia ulang tahun gue agak sedikit khawatir karena dia mau diceburin sama temen-temen nya kekolam dan kata salah satu temennya bilang kalau diceburin sampai 30 menit kalau tidak salah. Tapi gue yakin mereka gak sejahat itu ahaha lagi pula Hero pasti memberontak. Setelah hampir tengah malam, gue sms dia ngucapin selamat ulang tahun dan bserta doa-doa ahaha gue juga bilang sama dia kalau gue mau jadi orang yang terakhir ngucapin.

Travel dan perhotelan melanjutkan widya wisata ke Yogya, kami bertemu dengan multimedia. Hero adalah murid multimedia. Waktu semua jurusan istirahat di sebuah restaurant, gue menitipkan sesuatu ke teman gue buat Hero. Memang cuma gantungan sih tapi quote nya bagus “Today I’m running after money but tomorrow money will run after me”. Setelah sampai di dia, dia bilang kenapa gue gak kasih langsung aja ahaha gak mungkin kan gue bilang ‘malu gue, gue kan suka sama lu’ ahaha yakali gue bilang begitu. Sebenernya gue gak mau bohong sama dia tapi gue gak mungkin juga bilang yang sebenarnya. Akhirnya gue bilang “Soalnya gue gak ketemu lu.” Padahal sih dia tau kalau kami sempat bertemu tapi mungkin dia memaklumi jadi dia tidak tanya macam-macam.

Gue gak cuma kasih kedia sih gantungan itu, karena gue punya tiga dan kebetulan di Joger tinggal tiga jadi gue beli semua. Yang satu buat gue, satu buat dia dan yang satunya lagi buat orang yang gue anggap kakak gue. Karena dia selalu jadi tempat curhat gue ahaha dia itu teman dekatnya Hero.

Sepulang dari widya wisata, kegiatan kbm tetap berlangsung dan banyak yang tidak masuk saat itu. Tapi gue tetep masuk. Sepulang sekolah gue memberikan setoples bintang-bintang itu ke Hero. Gue malu banget pas kasih itu. Gue nungguin dia, kemudian dia keluar bersama 2 temannya. Karena gue gak bungkus itu toples, jadi gue bilang langsung masukin ke dalam tas aja ahaha terus dia meminta seorang temannya untuk membukakan tas dia.
“Tolong bukain tas nya dong” kata Hero, terus gue memninta Hero untuk gak melihat kebelakang, dan meminta dia untuk membukannya di rumah.
Waktu gue masukin kedalam tas dia, temannya bilang
“Sumpah lu cit rajin banget!”
“Tapi dia gak suka kok sama ‘itu’ pas iu dia pernah bilang”
“Tapi sumpah cit itu banyak loh! Gue liatnya aja suka. Itu lu bikin berapa lama?” tanya temannya tapi gue gak jawab “Bagus tau kadonya!” kata temannya ke Hero.
“Kok berat banget? Apaan ini? Benda hidup ya?” tanya Hero. Dalam hati gue bilang ‘mana ada benda hidup’ hahaha
“Mati kok, sumpah keren!” jawab temannya.
“Oh ok deh, makasih ya.” kata Hero.
Setelah itu gue langsung pulang duluan. Pas diparkiran gue masih dag dig dug ahaha

Tentang gantungan...
Sampai saat ini gantungan itu masih ada di tas gue yang sering gue pakai ke sekolah. Dan masih ada di tas seseorang yang gue anggap kakak. Tapi gue gak lihat gantungan itu ada di tas Hero sejak dia ganti tas. Gue sempat nanya sama seseorang yang gue anggap kakak itu, tentang gantungan yang gue berikan ke Hero dan dia bilang katanya gantungannya ada di tas yang sering di bawa Hero buat main.

Waktu itu pernah pas pulang sekolah gue kan pulang bareng Hero, disamping kami ada temen Hero. Dia itu orang yang bukain tas nya Hero pas waktu gue kasih toples bintang. Nah pas dijalan, gue nunjuk tas Hero sambil nanya tapi gak bersuara takut kedengeran Hero yang lagi bawa motor, sebenarnya temannya juga lagi bawa motor. Panggil aja teman dia itu ‘sea’
“Sea gantungan yang gue kasih itu hilang ya?” tanya gue, tapi Sea Cuma bilang ‘Apa? Ga ngerti’ dengan tidak bersuara juga. Hero memerhatikan Sea terus dia nanya
“Kenapa?”
Dan gue jawab “Ah engga kenapa-napa.”

Perasaan gue pas pertama kali di gonceng dia itu deg-degan dan gak tau mau ngobrolin apa tapi setelah lumayan berkali-kali di gonceng dia, gue mulai memberanikan diri untuk memulai sebuah pembicaraan. Meskipun sesekali sering terhenti karena kehabisan topik tapi gue selalu berusaha untuk mencari topik ahaha. Yang gue herankan, sekalipun gue udah berkali-kali digonceng dia, tetap aja rasa dag dig dug gak hilang-hilang.


Gue mau lanjut ke cerita pada tanggal 13 Maret 2013, tapi sepertinya dilanjut ke page berikutnya aja ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar